POSKOTA.CO.ID – Seorang dokter di Universita Padjajaran (Unpad) diduga terlibat kasus pemerkosaan belum lama ini.
Sementara itu pihak Unpad sendiri dikabarkan telah memecat dokter yang disebut sedang mengeyam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Unpad (FK Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Kendati demikian, hingga saat ini dokter tersebut belum diungkapkan identitasnya, pun belum ada penetapan sebagai tersangka.
Adapun kabar ini disampaikan langsung oleh Yudi Hidayat, Dekan Fakultas Kedokteran Unpad dalam keterangan persnya, Rabu 9 April 2025.

"Terduga merupakan PPDS yang dititipkan di RSHS dan bukan karyawan RSHS, maka penindakan tegas sudah dilakukan oleh Unpad dengan memberhentikan yang bersangkutan dari program PPDS," kata Yudi Hidayat.
Yudi pun menambahkan bahwa Unpad tidak memberikan toleransi sedikit saja atas kasus seperti demikian.
"Unpad dan RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik," lanjutnya.
"Saat ini, korban sudah mendapatkan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar. Unpad dan RSHS sepenuhnya mendukung proses penyelidikan Polda Jabat," imbuhnya.
Kekerasan seksual, baik verbal maupun fisik, menjadi salah satu ancaman serius di lingkungan kampus.
Data dari Kemendikbud tahun 2020, seperti dilansir setneg.go.id, menyebutkan bahwa 77 persen responden dosen mengakui pernah melihat kekerasan seksual di kampus.
Kemudian, 60 persen kasus tidak dilaporkan. Ketakutan terhadap ancaman, stigma, dan minimnya kepercayaan terhadap sistem hukum menjadi alasan utama para korban enggan bersuara.
Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 hadir sebagai upaya mencegah dan menangani kekerasan seksual di kampus. Peraturan ini mengamanatkan pembentukan satuan tugas pencegahan kekerasan seksual, pembatasan interaksi di luar jam akademik, serta modul edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual.