Tunaikan Kewajiban Puasa Qadha: Panduan Lengkap Agar Ibadah Sah dan Penuh Berkah

Sabtu 05 Apr 2025, 05:15 WIB
Niat, jadwal, dan keutamaan Puasa Qadha pasca Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. (Sumber: Poskota/Arip Apandi)

Niat, jadwal, dan keutamaan Puasa Qadha pasca Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. (Sumber: Poskota/Arip Apandi)

POSKOTA.CO.ID - Bagi umat Islam, puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah wajib yang tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ladang pahala yang besar.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, haid, atau perjalanan jauh, seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Meski begitu, puasa yang ditinggalkan wajib diganti di hari lain, yang dikenal dengan puasa qadha. Hal itu bisa dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Apakah Boleh Mengganti Puasa Ramadhan Barengan dengan Puasa Syawal? Ketahui Hukumnya di Sini

Dasar Hukum dan Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha

Kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya di Surah Al-Baqarah ayat 185:

"Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain."

Berdasarkan ayat tersebut, para ulama sepakat bahwa mengganti puasa yang tertinggal adalah kewajiban. Waktunya fleksibel, bisa dilakukan kapan saja setelah bulan Ramadhan, namun dianjurkan untuk tidak menundanya hingga mendekati Ramadhan berikutnya.

Niat: Syarat Mutlak Sahnya Puasa Qadha

Salah satu aspek krusial dalam pelaksanaan puasa qadha adalah niat. Tanpa niat yang benar, ibadah puasa dianggap tidak sah. Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan yang sesuai syariat:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta’ala.

“Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Penting diingat bahwa niat harus dilakukan sebelum terbit fajar. Jika terlupa, maka puasanya tidak sah dan perlu diulang di hari lain.

Panduan Lengkap Melaksanakan Puasa Qadha

Agar puasa qadha yang dijalankan bernilai ibadah dan berpahala, berikut adalah tata cara yang bisa diikuti:

  1. Membaca Niat Sebelum Subuh – Pastikan untuk meniatkan puasa sebelum waktu fajar menyingsing.
  2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa – Seperti halnya puasa Ramadhan, menahan makan, minum, dan hubungan suami istri dari fajar hingga maghrib adalah hal wajib.
  3. Perbanyak Ibadah Sunnah – Membaca Al-Qur'an, memperbanyak dzikir, dan melakukan shalat sunnah sangat dianjurkan untuk menambah keberkahan.
  4. Berbuka Tepat Waktu – Saat matahari terbenam, segera berbuka dengan doa dan makanan yang halal.

Baca Juga: Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal, Mana yang Harus Didahulukan?

Keutamaan di Balik Puasa Qadha

Menjalankan puasa qadha bukan hanya sekadar mengganti hari yang tertinggal, namun juga memiliki keutamaan tersendiri:

  • Menjalankan Perintah Allah – Sebuah bentuk ketaatan langsung terhadap perintah dalam Al-Qur’an.
  • Menghapus Dosa dan Kelalaian – Dengan mengganti puasa, dosa karena meninggalkannya dengan uzur syar’i dapat terhapus.
  • Meningkatkan Kualitas Spiritual – Niat yang ikhlas dan pelaksanaan yang tepat akan membawa dampak spiritual yang mendalam.

Segera Tunaikan Sebelum Ramadhan Berikutnya

Bagi umat Islam yang memiliki tanggungan puasa, sangat dianjurkan untuk segera menunaikan qadha sebelum datangnya Ramadhan selanjutnya.

Menunda tanpa alasan dapat menimbulkan dosa dan menumpuk beban ibadah. Maka dari itu segera tunaikanlah.

Berita Terkait

Bacaan Niat Puasa Syawal 1446 Hijriah

Jumat 04 Apr 2025, 09:45 WIB
undefined

News Update