Topak Ladeh, kuliner khas lebaran di madura yang wajib dicoba. (Sumber: goodnewsfromindonesia.id)

GAYA HIDUP

Topak Ladeh, Hidangan Legendaris yang Menyemarakkan Lebaran di Madura

Sabtu 05 Apr 2025, 13:41 WIB

POSKOTA.CO.ID - Lebaran di Madura tak hanya identik dengan tradisi silaturahminya yang unik, tetapi juga kuliner istimewa yang menjadi bagian dari tradisi.

Salah satu hidangan yang paling dinantikan adalah Topak Ladeh atau dikenal juga sebagai lontong ladeh.

Kombinasi kuah gurih, rempah-rempah, dan aneka pelengkapnya menjadikan hidangan ini wajib dicoba saat merayakan hari raya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini 3 Menu Makanan Wajib Saat Perayaan Lebaran

Apa Itu Topak Ladeh?

Topak Ladeh adalah hidangan berbasis lontong yang disajikan dengan kuah kental bernama ladeh. Kuah ini terbuat dari santan, rempah-rempah pilihan, dan potongan daging sapi.

Yang membuatnya istimewa adalah paduan bahan pelengkap seperti parutan pepaya muda, kacang panjang, irisan daging sapi, jeroan, dan telur rebus.

Sensasi gurih, pedas, dan segar menyatu dalam satu piring, mencerminkan kekayaan cita rasa kuliner Madura.

Sejarah Singkat dan Makna Budaya

Topak Ladeh dipercaya telah ada sejak lama sebagai bagian dari tradisi masyarakat Madura menyambut Lebaran.

Hidangan ini sering dihidangkan saat pagi hari sebagai menu sarapan keluarga sebelum menjalankan salat Id.

Keberadaannya tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kemurahan hati, karena biasanya dimasak dalam porsi besar untuk dibagikan ke tetangga atau kerabat.

Baca Juga: Mengapa Opor Ayam Identik dengan Lebaran? Simak Sejarahnya di Sini

Selain kue lebaran, makanan khas daerah juga kerap ramaikan Hari Raya Idul Fitri. (Sumber: Freepik/ azerbaijan_stockers)

Kenapa Topak Ladeh Istimewa?

Keistimewaan Topak Ladeh terletak pada keseimbangan rasa dan tekstur. Kuah santan yang gurih dan sedikit pedas berpadu dengan manis alami dari parutan pepaya muda.

Kacang panjang mentah memberi crunch, sementara daging dan jeroan memberikan kepuasan tersendiri.

Uniknya, meskipun menggunakan santan, kuah tidak terasa berat berkat tambahan rempah-rempah yang dominan.

Biasanya, hidangan ini mulai ramai dijual sejak seminggu sebelum Lebaran hingga beberapa hari setelahnya.

Bagi masyarakat Madura, Topak Ladeh bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus dilestarikan.

Keberadaannya mengingatkan pada nilai kebersamaan dan kekayaan rempah Nusantara.

Jika berkesempatan berkunjung ke Madura saat Lebaran, jangan lewatkan pengalaman menyantap hidangan ini rasakan sendiri bagaimana setiap suapan membawa cerita turun-temurun yang masih hidup hingga hari ini.

Tags:
Topak LadehLebaranKuliner Lebaran Idul Fitrikuliner khas MaduraMaduramakanan tradisional Madura

Adhitya Fajar Fikrillah

Reporter

Muhammad Ibrahim

Editor