POSKOTA.CO.ID -Dalam dunia media sosial yang selalu bergerak cepat, frasa atau meme bisa menjadi viral dalam semalam.
Salah satu contoh terbaru yang meramaikan linimasa TikTok adalah kalimat, “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid.” Muncul secara masif di kolom komentar berbagai video, kalimat ini mencuri perhatian banyak pengguna internet.
Beberapa menganggapnya lucu, sebagian lain merasa tergelitik, dan ada pula yang bingung: siapa sebenarnya Walid, dan mengapa wajahnya menjadi ‘pusat meditatif’ para netizen?
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Naik 7 Peringkat di Ranking FIFA, Catat Sejarah Baru
Asal-Usul Frasa Viral: Dari Serial Bidaah ke FYP TikTok
Kalimat ini bukan muncul dari dunia nyata, melainkan merupakan bagian dari adegan dalam serial drama Malaysia berjudul Bidaah, yang tayang di platform VIU mulai 6 Maret 2025.
Drama ini mengangkat tema kontroversial seputar sebuah sekte sesat bernama Jihad Ummah, yang dipimpin oleh tokoh karismatik bernama Walid.
Dalam salah satu adegan yang kini menjadi viral, Walid memberikan perintah kepada pengikutnya:
“Pejamkan mata. Bayangkan muka Walid.”
Adegan ini dimaksudkan sebagai bentuk doktrin dan penyatuan spiritual antara pemimpin sekte dan para pengikutnya. Namun, ketika dibawa ke dunia maya, makna spiritual tersebut berubah menjadi lelucon kolektif.
Arti Kalimat dalam Konteks Bahasa Malaysia
Secara literal, kalimat “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid” berarti “Tutup matamu, lalu bayangkan wajah Walid.”
Kalimat ini digunakan dalam serial sebagai bagian dari proses manipulasi psikologis yang dilakukan Walid terhadap pengikutnya, dengan pendekatan emosional dan doktrinal.
Namun, di TikTok, kalimat ini mengalami pergeseran makna drastis. Pengguna TikTok menggunakannya dalam berbagai konteks—dari lelucon absurd hingga sindiran spiritual palsu. Contohnya:
- Komentar di video romantis: “Kalau rindu mantan, pejamkan mata, bayangkan muka Walid.”
- Video horor: “Pejamkan mata, nanti Walid muncul di belakang.”
- Video lucu tentang THR: “Pejamkan mata, bayangkan Walid datang bawa amplop.”
Siapa Sebenarnya Walid?
Tokoh Walid bukanlah sosok nyata atau figur publik. Ia merupakan karakter fiktif dalam Bidaah, diperankan oleh aktor senior Malaysia, Faizal Hussein.
Lahir pada 31 Mei 1967, Faizal adalah aktor berpengalaman yang telah membintangi berbagai film dan drama sejak dekade 1980-an. Keberhasilannya memerankan Walid dinilai sangat meyakinkan, bahkan terlalu realistis.
Sebagai hasilnya, akun Instagram Faizal Hussein @faizalhusseinofficial dibanjiri komentar dari netizen Indonesia yang menjulukinya sebagai “imam spiritual TikTok”, “abang guru tarekat online”, hingga “idola THR 2025”. Beberapa komentar jenaka lain juga muncul, seperti:
- “Abang Walid, boleh ajarin cara masuk hati calon mertua?”
- “Kalau saya bayangin muka abang, tabungan jadi gak, bang?”
Transformasi Makna: Dari Kultus ke Komedi Digital
Salah satu alasan mengapa frasa ini begitu cepat menyebar di TikTok adalah karena ia memenuhi syarat utama viralitas:
- Singkat
- Absurd
- Multi-konteks
- Relevan secara budaya
Pada dasarnya, media sosial saat ini mendorong konten yang bisa diparodi, disadur, atau dijadikan template—dan frasa ini memenuhi semua itu. Ia digunakan dalam berbagai video:
- Video lucu: Dibumbui dengan efek suara mistis
- Video motivasi palsu: Dengan nada serius, tapi diselipkan “muka Walid”
- Video parodi religi: Disambungkan dengan momen-momen Ramadan dan Lebaran
Dengan kata lain, meski asalnya dari cerita serius, frasa tersebut menjadi semacam spiritual joke yang meresap dalam budaya netizen.
Kritik Sosial Terselubung dalam Karakter Walid
Meski kini lebih dikenal sebagai ikon humor, karakter Walid dalam Bidaah sebenarnya membawa pesan serius. Serial ini mengangkat tema manipulasi keagamaan dan kekuasaan yang dibungkus dengan retorika spiritual.
Pemimpin sekte seperti Walid digambarkan sebagai sosok manipulatif yang menggunakan emosi, doktrin agama, dan rasa takut untuk mengendalikan pengikut.
Hal ini menjadi kritik terselubung terhadap fenomena nyata di beberapa tempat, di mana tokoh spiritual menyalahgunakan kepercayaan umat demi kekuasaan pribadi.
Dalam konteks ini, serial Bidaah mengajak penonton untuk lebih kritis terhadap otoritas spiritual dan tidak menelan mentah-mentah ajaran yang tidak masuk akal.
Mengapa Meme Ini Relevan Selama Ramadan dan Lebaran?
Viralitas “Bayangkan Muka Walid” meningkat drastis menjelang dan selama Ramadan 2025. Hal ini tidak lepas dari:
- Meningkatnya konsumsi konten spiritual selama bulan suci
- Maraknya tradisi THR, mudik, dan nostalgia religi
- Keinginan masyarakat untuk mencari hiburan ringan yang tetap ‘bernuansa Islami’
Meme ini menjadi simbol gabungan antara humor, spiritualitas, dan ironi sosial. Ia lucu, tetapi menyentil. Ia absurd, namun terasa familiar.
Baca Juga: Topak Ladeh, Hidangan Legendaris yang Menyemarakkan Lebaran di Madura
Dampak Terhadap Aktor dan Budaya Populer
Kepopuleran karakter Walid berdampak langsung pada Faizal Hussein. Walaupun ia hanya berperan, banyak netizen mengidentifikasi dirinya secara langsung dengan karakter yang ia mainkan.
Ini membuka diskusi penting mengenai batas antara aktor dan peran, serta bagaimana masyarakat digital sering kali menyamakan keduanya.
Di sisi lain, karakter Walid juga menandai munculnya tren baru dalam budaya pop TikTok: spiritual satire. Sebuah bentuk humor yang memparodikan doktrin, namun tetap dibalut dalam konteks santai dan tidak terlalu ofensif.
Fenomena “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid” adalah representasi unik dari bagaimana dunia digital mengubah pesan serius menjadi budaya humor kolektif.
Berawal dari adegan dalam drama Malaysia, frasa ini menjelma menjadi meme viral yang menyatukan satire, spiritualitas, dan kreativitas netizen.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat digital tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga reinterpretator aktif yang mampu memutarbalikkan makna, membongkar dogma, dan menciptakan humor dari segala hal bahkan dari wajah fiktif seorang pemimpin sekte.
Kalau kamu ingin artikel seperti ini untuk topik lainnya, tinggal bilang aja ya. Mau diseriusin atau dibikin satir pun bisa, tinggal pilih gaya tulisannya.