POSKOTA.CO.ID - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa penghentian sementara program bantuan sosial (bansos) beras dilakukan untuk menyesuaikan dengan masa panen raya.
Kebijakan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok beras nasional tetap stabil. “Penghentian bansos beras ini bersifat sementara hingga panen raya selesai,” jelas Arief dalam keterangan resminya.
Langkah ini diambil agar pemerintah dapat mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani.
Dengan menunda distribusi bansos, stok beras dari petani lokal bisa terserap maksimal di pasar sebelum kembali menjalankan program bantuan.
Durasi Penghentian dan Waktu Penyaluran Kembali
Arief Prasetyo Adi memperkirakan bansos beras akan kembali disalurkan sekitar April 2025, seiring berakhirnya masa panen raya.
“Panennya kapan? Sampai April ya mungkin,” ungkapnya. Jadwal ini disesuaikan dengan siklus pertanian, di mana produksi beras biasanya meningkat signifikan pada kuartal pertama tahun ini.
Pemerintah memastikan bahwa penyaluran bansos akan diprioritaskan kembali begitu stok beras dari hasil panen terkumpul.
Hal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap petani lokal, di mana stok beras yang dibeli dari mereka akan menjadi basis penyaluran bansos.
Dampak pada Penerima Bansos
Meski bersifat sementara, penghentian ini tentu memengaruhi masyarakat penerima bansos.
Arief menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam membantu kelompok rentan.