Lebih lanjt, ormas tersebut mengaitkan hal ini dengan kepentingan politik dan menyebut, gaya satir yang digunakan berpotensi mempengaruhi opini publik dengan cara tak membangun.
"Ingat, seperti apa media ini dan siapa pemiliknya, seperti apa politik saat ini, harus dilihat semua. Diduga host ini hendak menjatuhkan pikiran orang-orang berdasarkan canda-canda penyiaran yang tidak membangun," ujar perwakilan itu lagi.
Profil dan Karier Valentinus Resa
Valentinus Resa bukanlah sosok baru di dunia jurnalistik. Ia lahir di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada tahun 1986, dan memiliki darah campuran Jawa-Ambon.
Meskipun lahir di wilayah timur Indonesia, ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Jakarta, karena pekerjaan orang tuanya yang mengharuskan sering berpindah tempat tinggal.
Riwayat pendidikannya pun dijalani di ibu kota, mulai dari SD Melania III, SMP Kanisius, hingga SMAN 68 Salemba.
Ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik semakin tumbuh saat melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, dengan jurusan Jurnalistik.
Lulus dari IISIP, Valentinus menghadapi kenyataan pahit bahwa mendapat pekerjaan impian tidak semudah membalik telapak tangan.
Ia sempat melamar ke berbagai media cetak dan televisi hingga akhirnya diterima di Metro TV pada tahun 2011.
Perjalanan kariernya di layar kaca mulai menanjak pada tahun 2014, saat ia berhasil lolos proses casting untuk menjadi presenter acara olahraga.
Keberhasilannya ini menjadi titik awal bagi kiprahnya sebagai figur publik di dunia penyiaran nasional.
Dia kemudian dipercaya untuk membawakan berbagai jenis program, termasuk peliputan event olahraga internasional seperti Formula 1 (F1), Formula 2 (F2), dan Formula 3 (F3) yang digelar di sejumlah negara Eropa.