POSKOTA.CO.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali melanjutkan proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau Tunjangan Sertifikasi pada April 2025.
Pembayaran triwulan pertama ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Meski demikian, hingga Maret 2025, penyaluran baru mencapai 40 persen dari total target penerima.
Progres terbaru menunjukkan, sebanyak 587.905 guru ASN dan 392.802 guru non-ASN telah menerima TPG Triwulan 1.
Namun, masih terdapat ratusan ribu guru lainnya yang belum mendapatkan haknya. Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti menegaskan bahwa percepatan pencairan ini merupakan prioritas nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Update Terbaru Info GTK: Ini Makna Kode 16 pada Validasi SKTPG Guru 2025
Presiden sendiri telah meminta agar proses penyaluran tunjangan guru dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
"Kita harus memastikan semua layanan kepada masyarakat, termasuk bagi guru, berjalan dengan mudah dan tanpa hambatan," tegas Presiden dalam peluncuran mekanisme baru TPG.
Untuk itu, Kemendikdasmen mendorong guru untuk segera memverifikasi data guna memastikan pencairan April berjalan lancar.
Percepatan Pencairan sebagai Prioritas Nasional
Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti menegaskan bahwa percepatan pencairan TPG merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini untuk memastikan layanan kepada guru berjalan cepat dan mudah
Presiden Prabowo sendiri sebelumnya menekankan pentingnya efisiensi dalam penyaluran tunjangan.
"Kita harus ubah sistem, buat semuanya cepat dan sederhana untuk rakyat," tegasnya saat meluncurkan mekanisme baru TPG.
Baca Juga: Cek Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bus di Terminal Pulo Gebang di Laman Resmi TTPG
Masalah dan Solusi Pencairan TPG
Bagi guru yang belum menerima TPG, Kemendikdasmen meminta untuk memeriksa kode status di Info GTK, karena hal ini menjadi indikator penyebab keterlambatan. Berikut beberapa kode yang perlu dipahami:
- Kode 01 dan 02: Jam mengajar tidak linier atau tidak memenuhi syarat (minimal 24 JP/minggu).
- Kode 04: NRG belum terbit (bagi lulusan PPG 2024).
- Kode 06: Akun tidak aktif/guru memasuki usia pensiun.
- Kode 07-08: Menunggu SKTP atau data sudah valid (tinggal tunggu pencairan).
- Kode 13 dan 16: Rekening belum tervalidasi atau menunggu pengusulan SKTP oleh dinas daerah.
- Kode 17, 19, 99: Status tidak aktif, sertifikasi tidak valid, atau guru bukan di bawah naungan Kemendikdasmen.
Baca Juga: Ada Perubahan Kode Validasi SKTPG di Info GTK 2025, Simak Selengkapnya
Langkah Perbaikan untuk Pencairan April 2025
Agar TPG segera cair, guru disarankan:
- Memperbarui data di Dapodik, termasuk jam mengajar dan rekening.
- Aktif memantau Info GTK untuk verifikasi.
Berkoordinasi dengan operator dinas daerah jika ada kendala pengusulan SKTP. Kepedulian guru terhadap data dan respons cepat pemda menjadi kunci percepatan pencairan.
Dengan 1,4 juta guru ASN penerima TPG pada 2025, pemerintah berkomitmen menyelesaikan penyaluran Triwulan I secepat mungkin.
Guru yang belum menerima di Maret masih berpeluang cair pada gelombang April mendatang.