JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mencatat adanya penurunan omset sebesar 30 persen yang dialami pelaku UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Namun, sebelum Lebaran atau selama bulan Ramadhan, omset pelaku usaha UMKM justru sempat meningkat.
"Ya, sebelum lebaran naik 6 persen, tapi saat lebaran turun 30 persen," ujar Kepala Dinas PPKUKM Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, dalam pesan singkatnya, Sabtu, 5 April 2025.
Ratu menjelaskan, peningkatan omset pada masa Ramadan hingga menjelang Lebaran turut didorong oleh berbagai bentuk fasilitasi dari Pemprov Jakarta.
Baca Juga: Produk UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Mendunia, Raih Omset Rp4 M Lebih
Salah satunya melalui penyelenggaraan bazar dan pameran intensif bagi para pelaku UMKM di ibu kota.
"Disamping terdapat kebutuhan belanja keperluan lebaran bagi masyarakat yang meningkat," paparnya.
Meski terjadi lonjakan omset pada masa pra-Lebaran, kondisi berubah saat hari raya tiba. Dinas mencatat adanya penurunan meskipun tidak tergolong signifikan.
Menurut Ratu, penyebab utama turunnya omset adalah banyaknya masyarakat Jakarta yang mudik ke kampung halaman dan bersilaturahmi ke rumah keluarga.
Aktivitas tersebut berdampak langsung pada menurunnya daya beli terhadap produk UMKM lokal, terlebih karena mayoritas warga Jakarta merupakan perantau.
"Meskipun demikian, saat ini (pasca lebaran) diketahui bahwa kondisi omset dari pengusaha UMKM mulai membaik dan perlahan meningkat kembali," jelasnya.