Jumlah pemudik lebaran tahun 2025 ini dikabarkan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (1/4/2025) menyebutkan hanya sekitar 146,48 juta orang yang melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 1446 Hijriah.
Angka ini turun sekitar 24 persen dibandingkan musim mudik lebaran tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.
“Dapat dikatakan data pemudik ini selaras dengan hasil survei sebelumnya yang menyebutkan jumlah pemudik tahun ini diprediksi akan menurun,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Betul saya juga ingat hasil survei pertengahan bulan Maret lalu, memprediksi jumlah pemudik tahun ini menurun. Kita juga pernah singgung di obrolan warteg edisi 19 Maret 2025 ya,” tambah Yudi.
“Banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya jumlah pemudik lebaran, di antaranya jarak liburan akhir tahun dengan hari Raya Idul Fitri cukup dekat, hanya 3 bulan. Beberapa bulan ke depan memasuki tahun ajaran baru yang membutuhkan dana tidak sedikit. Perlu efisiensi anggaran rumah tangga,” jelas mas Bro.
“Nah , soal efisiensi ini menarik. Tak hanya pemerintah yang melakukan efisiensi anggaran, keluarga juga perlu efisiensi untuk mudik lebaran,” kata Heri.
“Itu sudah pasti, efisiensi anggaran pemerintah akan berdampak pula terhadap efisiensi kebutuhan rumah tangga terkait pendapatan yang diterimanya,” kata Yudi.
“Bagi ASN yang sebelumnya mendapat penghasilan tambahan seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, konsultasi, akan lebih selektif dalam mengalokasikan anggarannya, “ kata ma Bro.
“Dapat dipahami, kurangnya penghasilan tambahan, tak sedikit yang menunda mudik karena ada kebutuhan yang lebih utama, misalnya cicilan rumah, kendaraan dan sebagainya,” kata Heri.
“Seperti teman kita yang keluarga muda, lebih memilih menabung ketimbang melakukan perjalanan libur lebaran,” kata Yudi.
“Nggak usah nyindir, kalian juga sama, nggak mudik karena proyek sampingan lagi mampet, dana seret akibat efisiensi anggaran pengadaan barang dan jasa yang berdampak kepada sektor swasta,” kata Heri.
“Nggak cuma kita, yang lain juga akan berpikir sama. Tren penurunan jumlah pemudik lebaran bisa menjadi gambaran,” ujar mas Bro. (Joko Lestari).