“Bukannya kita mengapresiasi para pemain dan official. Ini kok malah menghidupkan ‘hantu’ masa lalu,” tegas Budi.
Ia menduga ada buzzer yang sengaja memelihara narasi bahwa hanya STY yang bisa membawa kemajuan sepakbola Indonesia. Sosok seperti Towel justru dijadikan sasaran.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Naik 7 Peringkat di Ranking FIFA, Catat Sejarah Baru
“Akhirnya kan sekarang terbuka semua, yang dulu kita kritik si Korea itu dulu untuk cari makan,” ujar Budi. Ia menuding akun-akun tertentu sengaja mencari sensasi lewat Towel.
Budi menyerukan agar semua pihak fokus mendukung Timnas, bukan sosok tertentu. Ia juga menyindir Shin Tae-yong agar tidak ikut campur urusan sepakbola Indonesia lagi.
“Sebaiknya para buzzer dan penghamba Korea itu bertobatlah dan move on,” ujarnya. “Buat opa Korea itu nggak usah cawe-cawe sok care kalau ujungnya cuma mau ngartis,” tutupnya.