PG Modjopanggoong memang nggak seterkenal dua pabrik sebelumnya, tapi soal kontribusi? Jangan diremehkan. Sejak era kolonial, pabrik ini jadi motor penggerak ekonomi lokal.
Mesin-mesin tua yang masih berfungsi di dalamnya seperti mesin waktu yang membawa kita ke masa lalu. Ini bukan sekadar pabrik—Modjopanggoong adalah warisan hidup!
4. Pabrik Gula Semboro – Jember
Lokasi: Jl. Rejoagung No.1, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember
Salah satu yang terbesar dan paling produktif di Jawa Timur, PG Semboro rutin menggiling ratusan ribu ton tebu setiap musimnya. Jember boleh berbangga karena pabrik ini bukan cuma tua, tapi juga tangguh dan terus relevan.
Selain aktivitas produksi, kawasan Semboro juga sering dijadikan tempat pelatihan magang dan wisata edukatif. Jadi nggak cuma mistis, tapi juga berisi!
5. Pabrik Gula Ngadirejo – Kediri
Lokasi: Jl. Raya Kras, Dusun Ngrombeh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri
Di wilayah barat Jawa Timur, tepatnya di Kediri, berdiri PG Ngadirejo. Meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, pabrik ini tetap jadi andalan petani tebu sekitar.
Beroperasi dengan sistem semi-modern, PG Ngadirejo berhasil bertahan di tengah tekanan industri dan modernisasi. Sebuah bukti bahwa tradisi dan teknologi bisa berdampingan.
Mengapa Masih Bertahan Hingga Kini?
Beberapa dari kamu mungkin bertanya: kok bisa sih pabrik-pabrik tua ini masih eksis di 2025?
Jawabannya sederhana: kebutuhan gula di Indonesia masih sangat tinggi. Meski banyak produk modern, produksi gula dari tebu tetap jadi sumber utama untuk konsumsi rumah tangga dan industri makanan.
Selain itu, pemerintah melalui BUMN seperti PTPN (Perkebunan Nusantara) terus mendorong revitalisasi pabrik tua agar tetap produktif. Dengan modal sejarah, lokasi strategis, dan komunitas petani yang loyal, pabrik-pabrik ini tetap jadi tulang punggung industri gula nasional.
Baca Juga: Cuma Modal KTP, Rp300 Ribu BLT BBM Cair April 2025! Cek Namamu Sekarang!