POSKOTA.CO.ID - Kalau kamu pikir pabrik gula itu cuma bangunan tua yang penuh debu dan cerita horor, kamu belum kenal pabrik-pabrik gula legendaris di Jawa Timur.
Meski usianya udah uzur, lima pabrik gula ini masih berdiri tegak, giling tebu saban musim, dan bahkan jadi lokasi syuting film horor terbaru karya Awi Suryadi: Pabrik Gula (rilis 31 Maret 2025, pas Lebaran lho!).
Yup, film ini ngangkat cerita mistis dari thread viral buatan SimpleMan di X (alias Twitter). Tapi di balik kisah seramnya, sebenarnya pabrik-pabrik ini punya nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang nggak kalah menarik buat dikupas. Yuk, kita kulik satu-satu!
1. Pabrik Gula Djatiroto Lumajang
Lokasi: Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang
Kalau ngomongin pabrik gula yang masih gagah berdiri, Djatiroto bisa jadi yang paling berkesan. Dibangun sejak zaman kolonial Belanda, pabrik ini udah beroperasi sejak awal abad ke-20 dan jadi jantung ekonomi Lumajang sampai sekarang.
Selain berfungsi sebagai pabrik aktif, Djatiroto juga dikenal sebagai lokasi yang punya banyak cerita mistis. Nggak heran sih kalau jadi inspirasi horor. Tapi kalau datang pagi-pagi ke sana? Harum khas tebu yang digiling bakal bikin kamu lupa dunia.
2. Pabrik Gula Krembung – Sidoarjo
Lokasi: Jl. PG Krembung No.35, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo
Dulu namanya Kremboong, sekarang dikenal sebagai PG Krembung. Berdiri sejak tahun 1847, pabrik ini sudah melihat lebih dari satu setengah abad sejarah bangsa. Dari masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi, sampai era TikTok.
Meski sudah tua, pabrik ini masih beroperasi normal dan jadi bagian penting dari pasokan gula nasional. Menariknya, lokasi ini juga sering jadi spot fotografi industrial yang estetik banget.
3. Pabrik Gula Modjopanggoong – Tulungagung
Lokasi: Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung
PG Modjopanggoong memang nggak seterkenal dua pabrik sebelumnya, tapi soal kontribusi? Jangan diremehkan. Sejak era kolonial, pabrik ini jadi motor penggerak ekonomi lokal.
Mesin-mesin tua yang masih berfungsi di dalamnya seperti mesin waktu yang membawa kita ke masa lalu. Ini bukan sekadar pabrik—Modjopanggoong adalah warisan hidup!
4. Pabrik Gula Semboro – Jember
Lokasi: Jl. Rejoagung No.1, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember
Salah satu yang terbesar dan paling produktif di Jawa Timur, PG Semboro rutin menggiling ratusan ribu ton tebu setiap musimnya. Jember boleh berbangga karena pabrik ini bukan cuma tua, tapi juga tangguh dan terus relevan.
Selain aktivitas produksi, kawasan Semboro juga sering dijadikan tempat pelatihan magang dan wisata edukatif. Jadi nggak cuma mistis, tapi juga berisi!
5. Pabrik Gula Ngadirejo – Kediri
Lokasi: Jl. Raya Kras, Dusun Ngrombeh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri
Di wilayah barat Jawa Timur, tepatnya di Kediri, berdiri PG Ngadirejo. Meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, pabrik ini tetap jadi andalan petani tebu sekitar.
Beroperasi dengan sistem semi-modern, PG Ngadirejo berhasil bertahan di tengah tekanan industri dan modernisasi. Sebuah bukti bahwa tradisi dan teknologi bisa berdampingan.
Mengapa Masih Bertahan Hingga Kini?
Beberapa dari kamu mungkin bertanya: kok bisa sih pabrik-pabrik tua ini masih eksis di 2025?
Jawabannya sederhana: kebutuhan gula di Indonesia masih sangat tinggi. Meski banyak produk modern, produksi gula dari tebu tetap jadi sumber utama untuk konsumsi rumah tangga dan industri makanan.
Selain itu, pemerintah melalui BUMN seperti PTPN (Perkebunan Nusantara) terus mendorong revitalisasi pabrik tua agar tetap produktif. Dengan modal sejarah, lokasi strategis, dan komunitas petani yang loyal, pabrik-pabrik ini tetap jadi tulang punggung industri gula nasional.
Baca Juga: Cuma Modal KTP, Rp300 Ribu BLT BBM Cair April 2025! Cek Namamu Sekarang!
Film Pabrik Gula Jadi Pemicu Minat Baru
Rilisnya film Pabrik Gula garapan Awi Suryadi di momen Idul Fitri 2025 jadi semacam "starter pack" bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah pabrik-pabrik ini. Filmnya sendiri diangkat dari thread SimpleMan yang dikenal lewat KKN di Desa Penari.
Para pemeran seperti Erika Carlina, Arbani Yasiz, dan Ersya Aurelia sukses membawa karakter horor menjadi lebih hidup. Tapi di balik semua adegan seram itu, tersimpan lokasi nyata yang hingga kini masih produktif dan menjadi saksi sejarah panjang negeri ini.
Pabrik-pabrik gula ini bukan sekadar bangunan tua penuh cerita. Mereka adalah saksi hidup perjalanan negeri, dari zaman penjajahan sampai era AI seperti sekarang. Meski dikelilingi modernisasi, mereka tetap berdiri dan menyumbang sesuatu yang sangat sederhana tapi vital rasa manis.
Siapa sangka, di tengah kemajuan zaman dan horor yang dikisahkan di layar lebar, mereka tetap menggiling tebu, setiap musim.
Kalau kamu lagi main ke Jawa Timur, coba mampir ke salah satu pabrik ini. Bukan buat uji nyali, tapi buat belajar dan melihat bagaimana masa lalu tetap punya tempat di masa kini.