POSKOTA.CO.ID - Siapa sangka, sebuah camilan Lebaran bernama kue sagu keju mendadak jadi bahan perbincangan hangat di dunia maya?
Meme kue sagu keju ini viral di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter (X), hingga TikTok.
Bukan karena kelezatannya, tapi justru karena nasib tragisnya yang sering terabaikan di meja tamu saat hari raya.
Awal mula viralnya meme ini bermula dari unggahan lucu akun Komik Rereverse di Facebook. Dalam unggahan tersebut, digambarkan bahwa toples kue sagu keju selalu utuh, bahkan setelah Lebaran usai.
Visualisasi ini diperkuat dengan narasi bahwa sagu keju hanyalah pajangan abadi, camilan yang jarang disentuh meski tersedia.
Baca Juga: Kue Sagu Keju yang Renyah dan Gurih, Ini Cara Buatnya!
Komentar demi komentar pun bermunculan, sebagian besar membenarkan bahwa, kue sagu keju sering kali kalah pamor dibanding nastar, kastengel, atau bahkan kue kacang.
Namun hal ini tidak berhenti di Facebook. Meme ini mulai menyebar ke Twitter (X) setelah akun @_devalo mengunggah cerita absurd nan jenaka tentang perbincangan keluarga dan momen "kesenggol toples kue sagu keju" yang digambarkan secara dramatis.
“Astaga, kapan ya kita bisa punya anak?”
“Sekarang, Tante.”
Tiba-tiba kami… berada di depan keluarga besar, di atas karpet, dan sempat terjatuh kue sagu yang tidak terjual,” dikutip dari akun X @_devalo
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut mendapat ribuan likes dan repost, lalu menyebar ke TikTok dalam bentuk video meme dan sound remix.
Baca Juga: Makna Meme ‘Kesenggol Toples Kue Sagu Keju’ yang Viral di Tiktok, Ternyata Isinya Canggung
Sindiran Sosial di Balik Meme Kue Sagu Keju
Lebaran identik dengan kebahagiaan, namun tak jarang juga menyimpan tekanan sosial yang cukup berat.
Momen kumpul keluarga sering menjadi ajang evaluasi hidup secara tidak langsung, entah soal karier, pasangan, atau pencapaian.
Di sinilah letak kekuatan dari meme kue sagu keju. Ia bukan hanya lucu, tapi juga menyindir realita.
Banyak orang merasa “jadi kue sagu keju” dalam pertemuan keluarga. hHadir tapi tak dianggap, hanya sekadar pemanis ruangan.
Bahkan ada yang menyebut kue sagu keju adalah wujud trauma sosial dalam bentuk camilan. Pernyataan itu tentu terdengar menggelikan, tapi juga penuh makna.
Jadi, kamu termasuk yang pernah alami nasib kue sagu keju? Atau justru kamu si pemuja sagu keju sejati?.