POSKOTA.CO.ID - Juni 2006 saat Piala Dunia sedang berlangsung di Jerman, skandal besar sepak bola Italia yang melibatkan beberapa klub besar merebak ke permukaan.
Ironisnya, skandal pengaturan skor yang kemudian dinamai calciopoli itu mencuat saat Timnas Italia berjuang di Piala Dunia 2006 yang juga didominasi pemain-pemain dari klub yang terlibat.
Adapun klub besar yang saat itu paling terlibat adalah Juventus dengan berujung pencopotan gelar Serie A.
Namun, meski saat itu Juventus dan sebagian klub Seria A lain sedang terancam hukuman, Timnas Italia mampu tampil profesional dan seolah tak ada masalah selama Piala Dunia 2006 berlangsung.
Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Diminati AC Milan, Bakal Satu Klub dengan Tijjani Reijnders?
Trofi Piala Dunia ke-4 Bagi Italia
Tahun 2006 menjadi tahun yang manis bagi Timnas Italia di Piala Dunia yang saat itu diselenggarkan di negara Jerman.
Untuk ke empat kalinya, Italia merengkuh trofi Piala Dunia setelah mengalahkan timnas Perancis melalui adu penalti di partai final.
Sementara itu, di negeri mereka sendiri, tuduhan pengaturan skor yang melibatkan klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, Lazio, hingga Fiorentina, akhirnya terungkap.
Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menjatuhkan berbagai sanksi terhadap siapa pun yang terlibat dalam skandal pengaturan skor tersebut.
Presiden Juventus saat itu, Luciano Moggi, dituding menjadi dalang utama yang membuatnya dihukum untuk tak terlibat di dunia sepakbola seumur hidup.
Klub Juventus pun bahkan harus diusir hingga ke kasta Serie B atas skandal ini, bahkan dua gelar juara Serie A sebelumnya terpaksa dicopot.
Situasi tersebut jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Berlin, Jerman, tempat di mana timnas Italia merayakan gelar juara Piala Dunia.
Amnesti untuk Pemain Timnas Italia
Melansir dari The Guardian, banyak pemain Timnas Italia yang kembali dari Berlin dengan perasaan tidak nyaman bahwa klub mereka masih menghadapi kemungkinan hukuman dan degradasi.
Tiga belas dari 23 penggawa Azzurri bermain untuk klub yang terlibat dalam skandal terbesar yang melanda sepak bola Italia selama hampir seperempat abad.
Namun, kemenangan atas Prancis di Piala Dunia Jerman 2006 membuat pengadilan lebih sulit untuk menjatuhkan hukuman berat.
Keberatan tersebut utamanya kepada Juventus yang memasok beberapa pemain kunci dalam skuad seperti Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon.
Menteri kehakiman Italia sempat menyarankan bahwa mencapai final sudah cukup untuk memberikan amnesti bagi para pemain yang klubnya terlibat.
Namun, Giovanna Melandri sebagai penanggung jawab olahraga di pemerintahan Roma, menolak gagasan amnesti dan pengampunan. Bahkan menurutnya, langkah tersebut merupakan kebodohan.
Kasus calciopoli pada masa itu begitu besar dan menyeret banyak nama, termasuk kapten timnas Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia, Fabio Cannavaro, ikut diinterogasi dalam penyelidikan jaksa.
Kiper Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon bahkan secara resmi ditetapkan sebagai tersangka lain meski akhirnya lolos dari hukuman dan tetap bermain untuk Juventus meski pun harus terdegradasi ke Serie B.
Akan tetapi, pasca jatuhnya hukuman terhadap klub-klub yang terlibat kasus tersebut, tak semua mantan pemain timnas Italia bertahan dengan klubnya.
Beberapa dari mereka memilih hijrah ke klub lain seperti Fabio Cannavaro dan Gianluca Zambrotta yang hengkang dari Juventus.