POSKOTA.CO.ID - Buya Yahya sempat menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada anjuran khusus untuk memakai baju baru pada hari raya Idul Fitri atau Lebaran.
Diketahui bahwa ada kebiasaan di masyarakat Indonesia yang melibatkan penggunaan pakaian baru untuk merayakan hari raya Idul Fitri, namun hal ini bukanlah suatu kewajiban.
Salah satu kisah yang sering dikaitkan dengan tradisi mengenakan pakaian baru pada hari Lebaran, kata Buya Yahya, adalah kisah Sayyidina Umar bin Khattab.
Baca Juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1446 H, Lebaran 2025 Segera Ditentukan!
Dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Sayyidina Umar membeli sebuah jubah yang terbuat dari sutra.
Beliau kemudian mempersembahkan jubah tersebut kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, belilah pakaian ini dan pakailah pada hari raya.” Nabi Muhammad SAW menjawab dengan mengatakan, "Ini adalah pakaian bagi orang yang tidak mendapat pakaian di akhirat."
Nabi Muhammad SAW melanjutkan bahwa lelaki seperti Umar dan saya (Nabi Muhammad) tidak boleh memakai sutra. Meskipun demikian, Nabi tidak melarang untuk mengenakan pakaian yang bagus, tetapi beliau melarang penggunaan sutra khusus bagi laki-laki.
Baca Juga: Tok! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri 2025 Senin 31 Maret
Para ulama pun menyatakan bahwa memakai pakaian yang bagus dan baru saat hari raya adalah sunnah, asalkan ada dana yang cukup.
Namun, tidak diwajibkan untuk membeli pakaian baru jika tidak mampu. Mereka juga menegaskan bahwa jika seseorang tidak mampu, tidak perlu berhutang hanya untuk membeli pakaian baru.
Adapun hal yang perlu diingat adalah, meskipun mengenakan pakaian baru di hari raya bukanlah suatu kewajiban, penting untuk tidak memaksakan diri jika tidak memiliki cukup uang. Hal yang lebih penting adalah menutup aurat dengan baik.
Nabi tidak mempersoalkan soal pakaian baru, namun beliau menegaskan bahwa yang lebih utama adalah peningkatan iman seseorang di hari raya tersebut.
Penting juga untuk dicatat bahwa berhari raya dengan pakaian baru atau bagus tidak boleh dilakukan dengan cara yang haram, seperti mencuri.
Jika ada rezeki lebih, membeli pakaian baru atau menyediakan makanan enak untuk keluarga pada hari raya adalah bagian dari sunnah, yang bertujuan untuk membahagiakan keluarga, tetapi tetap harus sesuai dengan syariat.
Poin-poin Utama
- Tidak ada anjuran khusus untuk memakai baju baru pada hari Lebaran.
- Kebiasaan memakai pakaian baru pada hari raya lebih pada tradisi masyarakat, bukan kewajiban agama.
- Nabi Muhammad SAW tidak melarang pakaian yang bagus, tetapi melarang pakaian dari sutra untuk laki-laki.
- Memakai pakaian baru untuk hari raya adalah sunnah jika memiliki dana, tetapi tidak diwajibkan.
- Poin utama adalah menutup aurat dengan baik dan meningkatkan iman saat berhari raya.
- Jangan memaksakan diri untuk membeli pakaian baru jika tidak mampu dan jangan berhutang untuk itu.
- Hal yang lebih penting adalah kebahagiaan keluarga dan niat yang baik dalam merayakan hari raya.