[TULISAN LEBARAN] POSKOTA.CO.ID - Tidak dapat dipungkiri, pengeluaran selama Idul Fitri cenderung meningkat drastis. Mulai dari biaya mudik, membeli baju baru, hingga menyiapkan hidangan khas Lebaran.
Jika tidak dikelola dengan bijak, keuangan bisa menjadi tidak stabil, bahkan mengakibatkan kondisi finansial yang kurang sehat setelah Lebaran usai.
Tidak sedikit orang mengalami kesulitan keuangan karena terlalu boros dalam menghabiskan dana tanpa perencanaan yang matang.
Lantas, bagaimana cara menghindari kondisi keuangan yang boncos saat Lebaran? Kunci utamanya adalah perencanaan yang baik dan pengelolaan yang cerdas.
Dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa menikmati momen Lebaran dengan nyaman tanpa harus khawatir mengalami krisis keuangan setelahnya.
Cara Cerdas Mengelola Keuangan
Seperti dikutip dari kanal YouTube Ngomongin Uang, berikut adalah beberapa cara cerdas untuk mengelola pengeluaran keuangan kamu saat Hari Raya Idul Fitri.
1. Hapus Pengeluaran yang Tidak Penting dan Tidak Mendesak
Sebelum Lebaran, cobalah untuk mengevaluasi pengeluaran yang tidak perlu. Jangan buang uang untuk hal-hal yang tidak akan berdampak besar pada kehidupan Anda.
Misalnya, jika selama ini sering membeli minuman boba atau kopi kekinian, coba dikurangi atau bahkan dihilangkan dari daftar pengeluaran sementara waktu.
Selain menghemat uang, cara ini juga bisa membantu mengontrol konsumsi gula dan menjaga kesehatan.
Selain itu, pertimbangkan kembali kebiasaan belanja impulsif. Banyak barang yang sebenarnya tidak begitu diperlukan tetapi tetap dibeli hanya karena tergoda tren atau gaya hidup.
Dengan lebih selektif dalam membelanjakan uang, kamu bisa mengalokasikan dana untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.
2. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting tapi Mendesak
Diskon besar-besaran dan promo Lebaran memang menggoda, tetapi jangan sampai ini menjadi jebakan bagi keuanganmu.
Jika barang yang ditawarkan tidak benar-benar dibutuhkan, lebih baik tahan diri untuk tidak membelinya.
Cara terbaik untuk menghindari pengeluaran impulsif adalah dengan membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau berbelanja online.
Pastikan daftar ini hanya berisi barang-barang yang benar-benar diperlukan. Selain itu, tetapkan batas anggaran dan patuhi agar tidak tergoda untuk membeli barang di luar rencana.
3. Tunda Pengeluaran yang Penting tapi Tidak Mendesak
Jika ada pengeluaran besar yang tidak terlalu mendesak, lebih baik ditunda hingga setelah Lebaran atau saat keuangan lebih stabil.
Misalnya, membeli gadget baru, renovasi rumah, atau bahkan mengganti kendaraan bisa dilakukan di waktu yang lebih tepat.
Begitu juga dengan pembelian pakaian baru. Jika masih memiliki pakaian layak dan bagus untuk dipakai saat Lebaran, tidak ada salahnya mengenakan pakaian lama yang masih dalam kondisi baik.
Ingat, Lebaran bukan tentang pakaian baru, tetapi tentang kebersamaan dan hati yang kembali suci.
4. Fokus pada Hal yang Penting dan Mendesak
Prioritaskan pengeluaran utama untuk kebutuhan pokok dan mendesak seperti makanan sehat, tagihan listrik, air, biaya tempat tinggal, dan zakat.
Jangan sampai pengeluaran untuk hal-hal sekunder mengorbankan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Selain itu, jika memiliki hutang atau cicilan, pastikan untuk tetap membayar tepat waktu agar tidak menumpuk dan menimbulkan beban finansial yang lebih besar di kemudian hari.
Mengalokasikan sebagian dari Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membayar hutang adalah langkah bijak agar keuangan tetap sehat pasca-Lebaran.
5. Buat Anggaran Lebaran dan Catat Pengeluaran
Membuat anggaran khusus untuk Lebaran sangat penting agar tidak terjadi over-budgeting. Buat daftar semua kebutuhan Lebaran, mulai dari makanan, hadiah, hingga transportasi, lalu tentukan alokasi dana yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Jangan lupa untuk mencatat setiap pengeluaran agar bisa mengetahui apakah anggaran yang dibuat sudah sesuai atau perlu disesuaikan.
6. Manfaatkan THR dengan Bijak
Banyak orang mendapatkan THR menjelang Lebaran, tetapi sering kali uang ini langsung habis dalam sekejap tanpa perencanaan yang matang.
Agar THR tidak lenyap begitu saja, gunakan strategi pengelolaan keuangan dengan 50 persen untuk kebutuhan Lebaran, seperti makanan, angpao, dan donasi.
Kemudian, 30 persen untuk tabungan atau investasi, agar memiliki cadangan dana untuk keperluan mendatang dan 20 persen membayar utang, jika ada cicilan atau kewajiban finansial lainnya.
Dengan pembagian yang bijak, THR bisa menjadi penyelamat keuangan dan tidak hanya sekadar lewat begitu saja.
Jadi, sudah siap menyambut Lebaran dengan keuangan yang lebih sehat? Yuk, mulai atur budget-mu sekarang agar Lebaran tetap seru tanpa perlu khawatir kantong jebol.