POSKOTA.CO.ID - Banyak mitos memasak yang dianggap benar, padahal tidak berdasar ilmiah. Di era informasi digital, tips memasak bertebaran di media sosial.
Sayangnya, tidak semua saran tersebut akurat beberapa malah menyesatkan! Mitos seputar memasak seringkali dianggap fakta, padahal sudah dibantah oleh penelitian nutrisi.
Apa saja mitos yang masih dipercaya? Berikut fakta-faktanya!
Baca Juga: Ternyata ini Dia Penyebab Hp iPhone Anda Tidak Nyala, Begini Cara Atasinya
1. "Mengukus Satu-satunya Cara Masak Sehat"
Fakta:
Mengukus memang baik karena mempertahankan nutrisi, tapi bukan satu-satunya metode sehat. Memanggang, menumis, atau bahkan microwave juga bisa menjaga gizi makanan.
- Microwave justru mempertahankan vitamin C dan antioksidan lebih baik daripada merebus.
- Minyak sehat (zaitun, alpukat) membantu penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Tips: Variasikan teknik masak agar makanan tetap bergizi dan tidak membosankan!
2. "Daging Ayam Putih Lebih Sehat daripada Gelap"
Fakta:
Dada ayam (putih) dan paha (gelap) sama-sama bernutrisi, hanya berbeda kandungannya:
Nutrisi | Dada Ayam | Paha Ayam |
---|---|---|
Protein | Tinggi | Sedikit lebih rendah |
Zat Besi | Rendah | Tinggi |
Vitamin B12 | Tinggi | Sedang |
Kesimpulan: Keduanya bagus, tergantung kebutuhan nutrisi harianmu!
3. "Memasak Menghilangkan Semua Nutrisi"
Fakta:
- Nutrisi yang berkurang: Vitamin C dan B (sensitif panas).
- Nutrisi yang meningkat: Likopen (tomat), beta-karoten (wortel), dan antioksidan tertentu justru lebih mudah diserap setelah dimasak.
Tips: Gunakan air rebusan sayur untuk kuah sup agar vitamin tidak terbuang!
Baca Juga: Tips Mengatasi Masalah Sinyal Hp Mendadak Hilang Saat Mudik di Kampung
4. "Canola Oil Tidak Sehat"
Fakta:
Minyak canola sering dikaitkan dengan lemak trans, padahal versi modern sudah rendah lemak jenuh dan kaya:
- Omega-3 (baik untuk jantung & otak).
- Titik asap tinggi (204°C), cocok untuk tumis & panggang.
Pilihan terbaik: Canola organik atau cold-pressed.
Jangan terjebak mitos! Memasak sehat itu fleksibel yang penting pilih metode dan bahan yang tepat. Semoga bermanfaat!