POSKOTA.CO.ID - Pemain asing PSIS Semarang, Evandro memilih mengakhiri kontrak setelah tak digaji selama beberapa bulan oleh klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut.
Bahkan, Evandro secara terang-terangan mengungkap borok PSIS yang belum memenuhi hak para pemain, lewat postingan di Instagram Story-nya.
Sebelumnya, Evandro sempat dikabarkan melakukan tindakan indisipliner, tetapi dia dengan tegas membantahnya.
Dia mengatakan, sikapnya yang dicap indisipliner merupakan bentuk protes atas haknya yang belum dipenuhi manajemen PSIS.
Baca Juga: PSIS Semarang Ditinggal 1 Pemain Asing, Gaji Telat Jadi Alasan
"Jika menuntut pembayaran gaji dan pemenuhan hak-hak saya merupakan tindakan indisipliner, maka ada yang salah." kata Evandro Brandao di Instagram story pada Jumat, 28 Maret 2025.
"Ada pembicaraan tentang penundaan selama 12 hari, tetapi bagaimana klaim ini dapat dibenarkan ketika ada pemain dan pelatih yang belum menerima gaji penuh mereka untuk bulan Desember, Januari, dan Februari?"
"Ada juga yang menyebutkan denda sebesar 20 persen dari gaji, yang menurut saya aneh karena saya tidak pernah menerima pemberitahuan dari klub."
"Sebaliknya, tim hukum saya mengirim pemberitahuan kepada klub yang memberikan waktu 15 hari untuk regulasi gaji yang terlambat sesuai dengan aturan FIFA, pemberitahuan yang diabaikan oleh klub," tulisnya.
Pemain PSIS Dibayar per Laga
Evandro Brando pun mempersoalkan skema pembayaran di PSIS karena para pemain cuma dibayar bonus pertandingan.
Baca Juga: Dramatis! Madura United Bungkam PSIS Semarang dengan 10 Pemain
"Model pembayaran yang diadopsi - Bermain dulu dan kemudian saya akan melihat apakah saya dibayar atau hanya yang bermain yang dibayar - tidak dapat diterima dan tidak profesional."
"Masalah serius harus ditangani dengan serius, dan saya berbicara terbuka karena saya tidak takut."
"Banyak pemain tetap diam karena takut akan pembalasan, dan kenyataan ini adalah salah satu alasan mengapa tidak ada yang ingin menandatangani kontrak dengan klub di jendela transfer terakhir."
"Tidak masuk akal untuk membayar bonus pertandingan sebesar 3 juta (rupiah) kepada setiap atlet sementara gaji yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan."
"Lebih jauh, mempublikasikan tindakan ini di media sosial untuk menciptakan citra realitas yang menyimpang tidak mengubah fakta. Saya selalu menjaga komitmen saya kepada tim, tetapi rasa hormat yang sama perlu dibalas."
"Hari ini tanggal 28 Maret. Pembayaran penuh untuk bulan Desember, Januari, dan Februari telah dilakukan kepada semua pemain atau hanya kepada atlet lokal yang gajinya lebih rendah? Jika ada transparansi, saya tantang Anda untuk memberikan bukti."
"Tidak ada profesional yang akan mogok hanya karena keterlambatan 12 hari. Sebelum berbicara tentang profesionalisme, perlu untuk melunasi utang dan menghormati komitmen yang dibuat," pungkasnya.