POSKOTA.CO.ID - Ketum PSSI Erick Thohir membagikan cerita mengenai proses penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia sejak pertama kali bertemu.
Erick menceritakan semua kisahnya tersebut dalam channel YouTube The Haye Way dalam beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan hubungan mereka dimulai saat terjadi sebuah pertandingan tatkala Inter Milan berjumpa dengan PSG.
Di mana saat itu Erick Thohir masih menjadi presiden Inter Milan dan Kluivert menduduki jabatan direktur olahraga PSG.
Dalam laga uji coba bertajuk Internasional Champions Cup (ICC) 2016, PSG berhasil memenangkan pertandingan atas Inter Milan dengan suara 3-1.
"Saya bertemu dengannya saat pertandingan Inter Milan melawan PSG, saya kira. Ya, saat itu kami bermain di Seattle, Amerika Serikat. Jadi, dari situlah kami saling mengenal," jelasnya.
Setelah itu hubungan pertemanan terus terjalin hingga sampai titik saat ini tepatnya 9 tahun berselang Kluivert resmi ditunjuk oleh Erick sebagai pelatih timnas Indonesia
"Saya telah mengenal Kluivert selama bertahun-tahun. Maksud saya, kami hanya profesional ketika itu, tidak ada kaitannya dengan sekarang," ungkap Erick.
Baca Juga: Pengamat Soroti Kelemahan Timnas Indonesia Usai Kekalahan dari Australia
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini Tengah berdiskusi dengan federasi sepak bola Belanda yakni KNVB mengenai penunjukan direktur teknik tadi negeri Belanda.
"Tapi, tentu saja, apa yang telah kami diskusikan secara internal tidak ada hubungannya dengan Kluivert. Saya sebenarnya sudah membahas ini dengan Anda, bukan?" jelas Erick.
Ia pun berdiskusi dengan Gijs De Jong selaku ketua KNVB sebagai langkah awal untuk menentukan orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.
"Saya mengatakan, mungkin kami bisa membawa seorang direktur teknik atau seseorang dari Belanda. Kami juga memiliki beberapa pemain dengan darah keturunan dari Indonesia, yang suatu hari nanti mungkin kami anggap sudah cukup,"ungkapnya.
Baca Juga: Update Kondisi Mees Hilgers dan Sandy Walsh Jelang Timnas Indonesia vs Bahrain
Program naturalisasi atau perekrutan pemain keturunan dari Belanda dianggap oleh Erick Thohir sebagai langkah untuk meningkatkan tim.
Sebab itu pria berusia 54 tahun tersebut mengatakan Indonesia sangat gencar melakukan proses itu untuk kebaikan masa depan dan perkembangan tim.
"Tetapi, kemudian kami merasa ada peluang untuk meningkatkan kualitas tim. Jadi, kami melakukannya," kata Erick Thohir.