POSKOTA.CO.ID - Merawat anak bukanlah hal yang mudah, terutama bagi orang tua yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Tidak jarang, memberikan gadget menjadi solusi praktis agar anak lebih tenang, seperti saat rewel atau susah makan.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat anak menjadi bergantung pada gadget, bahkan berisiko mengalami kecanduan.
Lebih jauh, salah satu dampak negatif yang dikhawatirkan dari penggunaan gadget berlebihan adalah gangguan perkembangan bicara atau speech delay.
Apakah benar gadget dapat meningkatkan risiko keterlambatan bicara? Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur kecanduan gadget? Simak penjelasan berikut ini.
Baca Juga: Jangan Biarkan Sakit Gigi Ganggu Ibadahmu! Ini Cara Jitu Jaga Kesehatan Gigi Saat Puasa
Risiko Speech Delay Akibat Penggunaan Gadget
Di era digital, memperkenalkan anak pada gadget memang tidak bisa dihindari. Namun, penting untuk tetap membatasi waktu penggunaannya.
Mengutip kanal YouTube Alodokter, dr Abi memberikan penjelasan seputar risiko speech delay ini. Menurutnya, anak yang memiliki screen time terlalu lama atau ketergantungan pada gadget cenderung lebih berisiko mengalami speech delay.
Tentunya risiko speech delay ini didasarkan pada hasil penelitian mengenai penggunaan gadget pada anak.
“ketergantungan pada gadget punya potensi yang lebih tinggi untuk mengalami speech delay alias keterlambatan bicara. Soalnya saat anak terfokus penuh pada gadget, ia akan cenderung abai dengan orang di sekitarnya. Alhasil interaksi secara langsung dengan orang sekitar termasuk dengan ayah dan juga bunda jadi lebih jarang akibatnya anak jadi enggak mendapatkan kosakata baru dan kesulitan menyusun kalimat yang benar,” kata dr Abi.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak, yaitu:
- 1–2 jam per hari untuk anak di atas 2 tahun.
- Dihindari sepenuhnya bagi anak di bawah 2 tahun, karena mereka masih membutuhkan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa dan sosialnya.
Jika orang tua khawatir terhadap perkembangan bicara anak, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak.
Jika masih bingung harus berkonsultasi ke mana, Anda bisa mendapatkan informasi langsung dari tenaga medis pada dokter spesialis anak terdekat.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Selama Ramadhan ala dr. Zaidul Akbar: Mengubah Pola Makan dan Minum
Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda kecanduan gadget, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungannya:
1. Hindari penggunaan gadget saat berinteraksi dengan anak
Apabila orang tua sering menggunakan gadget saat bersama anak, anak pun akan meniru kebiasaan tersebut.
Jadi, usahakan untuk fokus berkomunikasi tanpa gangguan dari perangkat elektronik.
2. Batasi wilayah penggunaan gadget
Terapkan aturan bahwa gadget tidak boleh digunakan di area tertentu, seperti meja makan dan kamar tidur.
Ini membantu anak membatasi penggunaannya secara alami.
3. Ciptakan aktivitas yang menyenangkan tanpa gadget
Ajak anak bermain bersama, seperti bermain peran sebagai superhero, membaca dongeng, atau role play.
Aktivitas ini tidak hanya mengalihkan perhatian dari gadget tetapi juga membantu meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosialnya.
4. Biasakan ngobrol langsung dengan anak
Percakapan sehari-hari sangat penting untuk perkembangan bahasa anak. Sesederhana mengajak anak berbicara tentang hal-hal yang mereka lihat dan alami sudah cukup untuk memperkaya kosa kata mereka.
Membantu anak lepas dari ketergantungan gadget memang tidak mudah, apalagi jika kebiasaan ini sudah berlangsung lama.
Namun, dengan kerja sama antara orang tua, pengasuh, dan lingkungan sekitar, dampak negatif seperti speech delay dapat dicegah.
Menyediakan alternatif kegiatan yang menarik, memberikan batasan waktu, dan memastikan konten yang dikonsumsi sesuai usia adalah langkah-langkah yang dapat membantu anak tumbuh dengan baik tanpa ketergantungan pada gadget.