Ilustrasi sakit kencing pada wanita. (Sumber: Pixabay/unkonwnuserpanama)

GAYA HIDUP

7 Penyebab Kencing Sakit pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Rabu 02 Apr 2025, 08:08 WIB

POSKOTA.CO.ID - Banyak wanita mengalami keluhan kencing sakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran apakah ini merupakan tanda infeksi menular seksual (IMS)?

Padahal, kencing sakit atau disuria bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan pada saluran kemih.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita karena struktur uretra yang lebih pendek dibandingkan pria, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

Gejala yang menyertainya bisa berupa rasa perih, sensasi terbakar, gatal, atau ketidaknyamanan di area saluran urin maupun perut bagian bawah.

Kadang-kadang, keluhan ini juga disertai keputihan, urin yang keruh, berdarah, atau berbau tidak sedap.

Baca Juga: Apakah Puasa Memiliki Manfaat bagi Kesehatan Mental? Ternyata Ini Penjelasannya

Penyebab Umum Kencing Sakit

Ilustrasi sakit kencing.(Freepik/benzoix)

Mengutip informasi dari kanal YouTube Alodokter, dr Putri menjelaskan sejumlah penyebab umum kencing sakit pada wanita.

Ia menjelaskan, sejumlah kondisi seperti keputihan, urin yang keruh berdarah hingga berbau busuk, kerap kali dihubungkan dengan penyebab berupa infeksi menular seksual.

“Nah ini nih yang mungkin bikin banyak wanita jadi khawatir dan jadinya menghubung-hubungkan bahwa kalau kencing sakit ya artinya gara-gara infeksi melar seksual, padahal belum tentu loh. Karena pada faktanya penyebab kencing sakit pada wanita memang bisa beragam,” jelas dr Putri.

Berikut tujuh penyebab paling umum dari kencing sakit pada wanita:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK terjadi akibat infeksi bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra. Gejalanya meliputi nyeri di awal buang air kecil dan dorongan ingin kencing terus-menerus.

Kebiasaan menahan kencing, penggunaan sabun berbahan kimia keras, dan kurang menjaga kebersihan area kewanitaan bisa meningkatkan risiko ISK.

2. Peradangan Kandung Kemih (Sistitis)

Sistitis adalah peradangan pada kandung kemih yang memiliki gejala mirip ISK, seperti nyeri saat kencing dan keinginan berkemih yang sering.

3. Peradangan Uretra (Uretritis)

Uretritis adalah peradangan pada uretra yang juga bisa menyebabkan nyeri saat buang air kecil.

Penyebabnya bisa berupa infeksi bakteri atau iritasi akibat bahan kimia tertentu.

4. Infeksi Vagina

Infeksi akibat bakteri, virus, jamur, atau parasit dapat menyebabkan kencing sakit. Gejala lainnya bisa berupa vagina gatal dan keputihan berbau tidak sedap.

Infeksi ini sering terjadi karena kebiasaan buruk seperti sering membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau memiliki banyak pasangan seksual tanpa perlindungan.

5. Iritasi pada Vagina

Iritasi pada vagina bisa disebabkan oleh penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai, pakaian dalam yang terlalu ketat, atau reaksi terhadap bahan kimia tertentu.

6. Batu Ginjal

Jika batu ginjal bergerak ke uretra dan menyumbat aliran urin, hal ini bisa menyebabkan nyeri saat kencing.

Batu ginjal umumnya terbentuk dari zat kimia dalam urin akibat pola makan tinggi kalsium dan kurangnya asupan cairan.

7. Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS seperti gonore, klamidia, trikomoniasis, dan herpes genital bisa menyebabkan kencing sakit.

Penyakit ini biasanya muncul akibat perilaku seksual yang tidak sehat, seperti berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom.

Jika IMS tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke saluran kemih dan memperparah kondisi.

Cara Mengatasi Kencing Sakit

Penanganan kencing sakit bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik.

Namun, ada beberapa langkah mandiri yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan gejala dan mencegah kekambuhan, seperti:

1. Kompres hangat pada perut bagian bawah atau area organ intim selama beberapa menit untuk meredakan nyeri.

2. Minum cukup air putih, sekitar 2-3 liter per hari, untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.

3. Segera ganti pembalut setelah kotor atau basah, serta rutin mengganti pantyliner setidaknya setiap 4 jam sekali.

4. Jangan menahan kencing agar bakteri tidak berkembang biak dalam kandung kemih.

5. Basuh vagina dengan benar, yaitu dari depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra.

6. Gunakan sabun yang lembut tanpa pewangi atau antiseptik kuat. Hindari cairan pembersih vagina berbentuk semprot karena bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami.

7. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri.

8. Kurangi konsumsi alkohol, kafein, serta minuman asam dan bersoda karena dapat memperburuk iritasi pada saluran kemih.

9. Jaga kadar gula darah jika memiliki diabetes, karena kadar gula yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko infeksi.

Jika keluhan ini terus berlanjut atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter.

Anda juga bisa berkonsultasi secara online terlebih dahulu untuk mendapatkan saran medis di beberapa situs atau aplikasi kesehatan, sebelum pemeriksaan langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tags:
Penyebab Umum Kencing SakitCara Mengatasi Kencing Sakitpenyebab umum kencing sakit pada wanitawanitasaluran kemihgejalapenyakitdisuriainfeksi menular seksualkencing sakit

Neni Nuraeni

Reporter

Neni Nuraeni

Editor