POSKOTA.CO.ID - Banyak orang mengeluh kehilangan fokus dan sulit berkonsentrasi saat berpuasa.
Tidak makan dan minum dari pagi hingga magrib memang dapat memengaruhi metabolisme tubuh dalam menghasilkan energi.
Logikanya, otak dan seluruh jaringan tubuh memerlukan energi yang cukup agar dapat bekerja secara optimal.
Namun, uniknya, tubuh memiliki mekanisme khusus dalam menyalurkan energi saat berpuasa.
Justru dalam kondisi ini, lebih banyak energi dialirkan ke otak. Inilah yang membuat puasa memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan otak.
Namun, ada satu syarat utama agar manfaat ini bisa dirasakan. Seperti apa syaratnya, simak ulasannya di bawah ini.
Baca Juga: Manfaat Buah Kurma, Disunnahkan Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat Berbuka Puasa
Syarat Agar Puasa Bermanfaat bagi Otak

Mengutip informasi yang disampaikan kanal YouTube Alodokter, dr Abi menjelaskan syarat agar puasa bermanfaat bagi otak.
“Syaratnya apa, yaitu mengupayakan untuk tidak melewatkan waktu berbuka dan sahur tentunya dengan menu yang sehat dan bergizi seimbang,” kata dr Abi.
Jadi, agar puasa dapat memberikan manfaat optimal bagi otak, penting untuk tidak melewatkan waktu sahur dan berbuka dengan mengonsumsi makanan sehat serta bergizi seimbang.
Nutrisi yang lengkap—termasuk karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral—akan membantu tubuh menjaga metabolisme serta kesehatan otak selama berpuasa.
Jika kebutuhan nutrisi terpenuhi, tubuh akan tetap memiliki cadangan energi yang cukup untuk mendukung berbagai fungsi, termasuk menjaga kejernihan berpikir dan daya ingat.
Baca Juga: Rahasia Gigi Kuat Selama Ramadhan: Tips Mudah Cegah Sakit Gigi Saat Puasa
Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak
1. Membantu Menjernihkan Pikiran dan Memperbaiki Sel Otak
Seperti diketahui, puasa dapat mengaktifkan proses autofagi, yaitu mekanisme tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak dan memperbaruinya dengan sel-sel baru.
Proses ini sangat penting bagi otak karena membantu meningkatkan kejernihan berpikir dan memperbaiki fungsi sel-sel saraf.
2. Mengurangi Kerusakan Sel Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mengurangi tingkat peradangan di dalam tubuh.
Selain itu, puasa juga menurunkan kadar protein C-reaktif, yang merupakan penanda peradangan. Dengan berkurangnya peradangan, risiko kerusakan sel otak pun dapat ditekan.
3. Meningkatkan Fungsi Otak
Puasa diketahui dapat memberikan perlindungan bagi otak dari berbagai bentuk kerusakan.
Selain itu, puasa juga membantu meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yaitu hormon yang berperan dalam mengatur jalannya sinyal dan pertukaran informasi pada saraf otak.
Hal ini berkontribusi dalam menjaga fungsi otak agar tetap optimal.
Baca Juga: Jangan Biarkan Sakit Gigi Ganggu Ibadahmu! Ini Cara Jitu Jaga Kesehatan Gigi Saat Puasa
Tips Agar Puasa Tetap Menyehatkan
Jika ingin mendapatkan manfaat puasa secara maksimal, penting untuk tetap menjaga pola hidup sehat.
Selain mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, pastikan juga untuk mencukupi kebutuhan cairan.
Minumlah 8–10 gelas air per hari dengan membaginya ke dalam beberapa waktu, seperti sebelum sahur, setelah berbuka, dan sebelum tidur.
Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau hipertensi, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat dianjurkan.
Hal ini bertujuan agar asupan nutrisi dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, sehingga puasa dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan.
Dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi, puasa tidak hanya menjadi ibadah yang bernilai spiritual tetapi juga dapat membawa banyak manfaat kesehatan, termasuk untuk otak.
Jadi, tidak ada lagi alasan untuk gagal fokus saat menjalankan puasa ya.