POSKOTA.CO.ID - Bukan hanya sebagai peringatan hari raya besar Umat Islam, Lebaran atau Idulfitri juga menjadi momen merayakan tradisi dari generasi ke generasi.
Di Bandung misalnya, suasana Idulfitri selalu terasa istimewa karena dipenuhi dengan tradisi lebaran yang tetap bertahan dan masih dijalankan hingga kini.
Dari kebiasaan silaturahmi hingga ritual unik yang hanya ada di Kota Kembang, seluruhnya mencerminkan kekayaan budaya dan nilai sosial masyarakat di sana.
Baca Juga: Cara Hemat Pakai Dana THR Untuk Libur Lebaran Idul Fitri
7 Tradisi Lebaran di Bandung
Dari pada penasaran, berikut adalah tujuh tradisi Lebaran di Bandung yang masih bertahan hingga kini merangkum dari berbagai sumber:
1. Mudik ke Kampung Halaman
Karena Bandung termasuk kota besar, banyak warganya yang berasal dari daerah lain di sekitarnya seperti Garut, Tasikmalaya, hingga Sukabumi.
Oleh karena it, jelang Lebaran ribuan orang akan terlihat berbondong-bondong mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar di kampung halaman masing-masing.
Fenomena ini menyebabkan lonjakan kendaraan di sejumlah jalur mudik. Uniknya, warga asli Bandung hanya merasakan kelenggangan di sana setiap satu tahun sekali.
Baca Juga: Tips Menghemat Baterai Hp saat Perjalanan Mudik Lebaran 2025
2. Ziarah Kubur Sebelum Lebaran
Tradisi ziarah kubur kerap dianggap sebagai penghormatan kepada leluhur, dan ini juga sering dilakukan salah satunya sebelum merayakan lebaran.
Warga Bandung biasanya mengunjungi TPU Cikutra, TPU Sirnaraga, dan makam keluarga masing-masing untuk mendoakan orang tua dan kerabat yang berpulang terlebih dahulu.
3. Takbiran Keliling
Malam takbiran di Bandung bisanya tidak hanya dirayakan di masjid, tapi juga di jalan-jalan utama kota. Awalnya, tradisi lebaran ini dilakukan dengan obor dan bedug.
Tapi kini, kendaraan hias dan sound system besar lebih sering terlihat. Masyarakat banyak yang turun ke jalan untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Baca Juga: Tips Aman Berkendara saat Cuaca Hujan di Perjalanan Mudik Lebaran
4. Tradisi Ngabandungan
Sesuai dengan namanya, tradisi ‘ngabandungan’ merupakan istilah yang berarti duduk santai sambil ngobrol bersama keluarga besar saat Lebaran.
Tradisi ini biasanya dilakukan di rumah orang tua atau sesepuh keluarga. Dan momen tersebut menjadi ajang curhat, nostalgia, dan mempererat hubungan keluarga.
5. Makan Ketupat dan Opor Ayam
Di Bandung, tak lengkap rasanya Lebaran tanpa ketupat dan opor ayam. Biasanya, makanan pelengkap dari kedua menu ini adalah sambal goreng ati dan semur tahu-tempe khas Sunda.
Sebagai sebuah tradisi lebaran di Bandung, makanan ini seolah bukan hanya sekadar santapan, tapi juga simbol kebersamaan dalam keluarga.
Baca Juga: Asal Usul Tradisi Membeli Baju Lebaran di Indonesia
6. Bagi-Bagi THR Lebaran
Tradisi berbagi THR lebaran atau salam tempel masih sangat kuat di Bandung. Biasanya, anak-anak kecil akan berkeliling ke rumah-rumah saudara untuk mendapatkan uang Lebaran.
Meski nilainya tak seberapa, namun momen ini selalu dinanti dengan antusiasme tinggi sebagai bagian dari keseruan di hari raya.
7. Halal Bihalal
Di Bandung, tradisi silaturahmi Lebaran bukan hanya dalam lingkup keluarga saja, tapi juga lingkungan sekitar seperti tetangga yang menjadi ajang silaturahmi saat lebaran.
Biasanya, warga Bandung saling mengunjungi untuk bersalaman dan bermaafan atau sering juga disebut dengan halal bihalal.
Dan hal inilah yang membuat Lebaran di Bandung terasa begitu hangat dan penuh keakraban, sehingga harus diwariskan secara turun temurun.