Niat Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya (Sumber: Pinterest)

KHAZANAH

Cara Niat Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya, Mudah Dipahami!

Senin 31 Mar 2025, 21:11 WIB

POSKOTA.CO.ID - Setelah merayakan Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal.

Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa, setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Mari kita bahas lebih dalam mengenai puasa Syawal, mulai dari keutamaannya, waktu pelaksanaan, hingga tata caranya.​

Baca Juga: Media Jepang Sebut Timnas Indonesia Seperti Lapis Kedua Belanda, Akankah Lolos ke Piala Dunia?

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:​

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim)​

Dalam Islam, setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Ramadan selama 30 hari setara dengan 300 hari pahala, ditambah enam hari puasa Syawal yang bernilai 60 hari pahala, sehingga totalnya mencapai 360 hari, hampir setara dengan puasa selama setahun penuh.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi bentuk penyempurnaan ibadah Ramadan dan melatih diri untuk tetap istiqamah dalam beribadah setelah bulan suci berlalu.​

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal, sehari setelah Hari Raya Idulfitri. Terdapat dua pendapat utama mengenai pelaksanaannya:​

  1. Berturut-turut: Beberapa ulama berpendapat bahwa lebih utama jika puasa Syawal dilakukan selama enam hari berturut-turut mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal.​
  2. Terpisah-pisah: Pendapat lain menyatakan bahwa puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah-pisah sepanjang bulan Syawal, misalnya berpuasa setiap Senin dan Kamis atau pada hari-hari yang memungkinkan.​

Kedua cara ini tetap sah, sehingga umat Islam dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting, puasa tersebut dilakukan dalam bulan Syawal untuk mendapatkan keutamaan yang dijanjikan.​

Niat Puasa Syawal

Niat merupakan salah satu rukun dalam ibadah puasa, termasuk puasa Syawal. Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal yang dapat diucapkan:​

Niat puasa Syawal sejak malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى​

​Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."​

Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan, niat puasa sunnah Syawal masih boleh dilakukan pada pagi hari hingga sebelum Zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Jika seseorang baru memutuskan untuk berpuasa di siang hari, ia dapat membaca niat berikut:​

Niat puasa Syawal di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى​

​Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala."​

Dengan fleksibilitas ini, umat Islam tetap dapat menjalankan puasa Syawal meskipun tidak sempat berniat dari malam sebelumnya.​

Tata Cara Puasa Syawal

Tata cara pelaksanaan puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa pada umumnya, yaitu:​

  1. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.​
  2. Melakukan sahur sebelum terbit fajar, meskipun tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena mengandung berkah.​
  3. Berbuka puasa segera setelah matahari terbenam dengan makanan atau minuman yang halal dan baik.​
  4. Memperbanyak amalan sunnah seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah untuk menambah pahala.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Wisata Jakarta untuk yang Tak Mudik Lebaran Idul Fitri 2025, Cocok untuk Instagramable

Menggabungkan Puasa Syawal dengan Qadha Ramadan

Bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan, muncul pertanyaan apakah puasa qadha dapat digabung dengan puasa Syawal. Terdapat beberapa pendapat mengenai hal ini:​

Pendapat pertama: Sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa Syawal dalam satu ibadah.

Namun, pahala yang diperoleh hanya dihitung untuk puasa wajibnya (qadha), sedangkan keutamaan puasa Syawal belum tentu didapatkan secara penuh.​

Pendapat kedua: Ulama lainnya menyarankan untuk memisahkan puasa qadha dan puasa Syawal agar masing-masing ibadah mendapatkan pahala yang maksimal.

Artinya, seseorang harus menyelesaikan qadha puasa Ramadan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal selama enam hari.​

Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, disarankan untuk lebih mengutamakan mengganti puasa yang wajib sebelum melaksanakan puasa sunnah Syawal.

Selain keutamaannya dalam Islam, puasa Syawal juga memiliki berbagai manfaat, baik dari

Tags:
Puasa Menggabungkan Puasa Syawal dengan Qadha RamadanWaktu pelaksanaan niat puasa syawalNiat puasa syawal

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor