POSKOTA.CO.ID – Setelah sebulan penuh berpuasa, momen Lebaran selalu dinanti dengan penuh suka cita.
Berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga berbagai kue kering menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Namun, tahukah Anda bahwa perubahan pola makan yang drastis saat Lebaran dapat membuat tubuh “kaget” dan rentan terkena berbagai penyakit?
Dari sakit maag hingga kolesterol tinggi, berikut adalah enam penyakit yang sering muncul setelah Lebaran serta cara mengatasinya agar Anda tetap sehat menikmati momen spesial ini, dilansir dari keterangan dr. Abi Noya dalam kanal YouTube Alodokter.
Baca Juga: Tips Atasi Penyadapan di WhatsApp dengan Cepat Lewat Cara Ampuh Ini!
Sakit Maag
Makan makanan berlemak, pedas, dan bersantan dalam jumlah besar bisa memicu asam lambung naik.
Akibatnya, perut terasa perih, mual, begah, bahkan bisa sampai muntah. Jika maag kambuh, makan pun jadi tidak nyaman.
"Nah, kalau sudah kambuh, bisa bikin susah makan dan perut jadi enggak nyaman sepanjang hari," kata dr. Abi Noya.
Cara mencegah:
- Jangan makan berlebihan dalam satu waktu, lebih baik makan dalam porsi kecil namun sering.
- Hindari makanan terlalu pedas, berlemak, dan bersantan secara berlebihan.
- Jangan langsung tidur setelah makan.
Baca Juga: Tips Makan Sehat untuk Penderita Diabetes Saat Lebaran
Diare
Diare bisa terjadi akibat konsumsi makanan yang tidak bersih atau sudah lama dibiarkan di luar.
Selain itu, makanan bersantan dan pedas juga bisa memicu gangguan pencernaan.
"Nah, kondisi ini bisa bikin tubuh lemas, bahkan dehidrasi karena kehilangan banyak cairan," lanjut dr. Abi Noya.
Cara mencegah:
- Pastikan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan segar dan bersih.
- Hindari makan makanan yang sudah dibiarkan lebih dari 4 jam tanpa penyimpanan yang benar.
- Konsumsi air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi jika diare terjadi.
Baca Juga: Tips Perbaiki Sinyal WiFi di Hp yang Sering Putus Nyambung
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Makanan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan gorengan mengandung lemak dan garam tinggi yang bisa memicu lonjakan tekanan darah, bahkan meningkatkan risiko stroke.
"Jangan dikonsumsi berlebihan. Oke, gejala asam urat biasanya ditandai dengan nyeri sendi yang tiba-tiba muncul, kemudian pembengkakan di area sendi, kemerahan, terus bahkan juga bisa bikin kamu jadi sulit untuk berjalan," ujar dr. Abi Noya.
Cara mencegah:
- Batasi konsumsi makanan tinggi garam dan lemak.
- Perbanyak sayuran dan buah yang kaya serat.
- Hindari makan gorengan berlebihan.
- Rutin cek tekanan darah jika memiliki riwayat hipertensi.
Baca Juga: Tips Rawat Baterai Hp supaya Performa Terjaga
Asam Urat
Sambal goreng ati, udang, dan jerohan mengandung purin tinggi yang bisa memicu kambuhnya asam urat.
Gejalanya berupa nyeri sendi mendadak, bengkak, dan kemerahan yang bisa membuat sulit bergerak.
Cara mencegah:
- Batasi konsumsi makanan tinggi purin.
- Minum banyak air putih untuk membantu membuang kelebihan asam urat dari tubuh.
- Hindari minuman beralkohol dan manis yang dapat memperparah kondisi.
Baca Juga: Mudik Lebaran Naik Motor? Simak 6 Tips Ini Agar Perjalanan Tetap Lancar
Diabetes
Lebaran identik dengan makanan manis seperti nastar, kastengel, lapis legit, serta minuman manis seperti es sirup. Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes.
Cara mencegah:
- Batasi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda.
- Pilih alternatif yang lebih sehat seperti buah segar atau jus tanpa gula tambahan.
- Rutin cek kadar gula darah jika memiliki riwayat diabetes.
Baca Juga: Tips Mengatasi Kolesterol Tinggi Saat Lebaran, Tidak Bisa Makan Opor? Begini Penjelasan dari Dokter
Kolesterol Tinggi
Makanan bersantan, berminyak, dan berlemak seperti opor, rendang, dan gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah hingga penyakit jantung.
Cara mencegah:
- Konsumsi makanan berlemak dalam batas wajar.
- Perbanyak makan sayur dan buah yang kaya serat untuk membantu menurunkan kolesterol.
- Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan secara rutin.