POSKOTA.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari PSIS Semarang, setelah ditinggalkan salah satu pemain asingnya yang angkat kaki.
Pemain asing yang akhirnya memiliki cabut dari skuad Mahesa Jenar adalah Evandro Brandao.
Kabar tersebut disampaikan oleh pemain asal Angola tersebut dalam akun instagram pribadinya, pada Kamis 27 Maret 2025.
Dalam unggahan tersebut, Brandao menuliskan bahwa dirinya memilih untuk memutus kontrak dengan klub berjuluk Mahesa Jenar itu.
Baca Juga: MotoGP Amerika 2025: Jadwal Lengkap dan Peluang Marc Marquez Catatkan Hattrick
"Dengan penuh kesedihan,saya menulis untuk mengumumkan pemutusan kontrak saya dengan klub @psisfcofficial," tulis Evandro Brandao dalam akun instagram pribadinya, Kamis 27 Maret 20025.
Gaji Telat Jadi Alasan
Pemain berusia 33 tahun ini menjelaskan alasan dirinya memilih untuk cabut dari skuad PSIS.
Brandao menuliskan bahwa telatnya gaji yang tidak kunjung dibayarkan, menjadi alasan dirinya pergi dari Mahesa Jenar.
Baca Juga: Manajamen Persebaya Buka Suara Terkait Nasib Paul Munster, Masih Belum Aman?
Bahkan ia menyebutkan bahwa pihak klub belum membayarkan honornya selama empat bulan.
Secara blak-blakan Brandao menyampaikan bahwa pihak PSIS seperti tidak berupaya untuk menunaikan kewajibannya.
Oleh karena itu, mantan pemain RANS FC ini pun akhirnya memilih untuk angkat kaki dari skuad Mahesa Jenar.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi sudah tidak dapat dihindari karena keterlambatan pembayaran gaji yang signifikan, yang kini telah melampaui empat bulan," ungkapnya.
Baca Juga: Live Streaming Free Practice MotoGP Amerika 2025, Cek Link dan Jadwalnya di Sini
"Sayangnya, tidak pernah ada upaya sungguh-sungguh dari klub untuk mencari solusi atau bahkan memahami kesulitan yang kami, para pemain, hadapi selama periode ini," jelasnya.
Berikut pernyataan resmi Evandro Brandao yang memilih angkat kaki dari PSIS Semarang:
Pernyataan Resmi
Dengan penuh kesedihan saya menulis untuk mengumumkan pemutusan kontrak saya dengan klub @psisfcofficial. Pertama dan terutama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan untuk mewakili klub kota besar ini dengan para pendukung yang layak mendapatkan yang lebih baik.
Ini adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi keputusan yang tidak dapat dihindari karena keterlambatan pembayaran gaji yang signifikan, yang kini telah melampaui empat bulan. Dalam hidup, ini bukan hanya tentang masalah keuangan, tetapi, yang terpenting, tentang rasa hormat dan nilai-nilai.
Sayangnya, tidak pernah ada upaya yang sungguh-sungguh dari klub untuk menemukan solusi atau bahkan untuk memahami kesulitan yang kami, para pemain, hadapi selama periode ini.
Sebagai ayah dari dua orang putri, dengan keluarga yang bergantung pada saya, menjadi tidak tertahankan untuk terus menanggung kebohongan dan manipulasi.
Saya pergi dengan kesedihan karena tidak dapat terus mendukung rekan satu tim saya dan memenuhi komitmen saya, tetapi saya melakukannya dengan kepala tegak, karena saya selalu bertindak secara profesional hingga tanggal pengunduran diri saya. Saya sadar bahwa mungkin ada spekulasi, tetapi saya percaya kebenaran akan menang dan manipulasi akan terungkap.
Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan satu tim, staf pelatih, dan pejabat klub. Terima kasih atas segalanya. Saya menyesal tidak dapat terus berjuang bersama Anda, karena Anda adalah pejuang sejati yang pantas mendapatkan lebih banyak rasa hormat. Kepada para penggemar, saya sangat berterima kasih atas dukungan dan kasih sayang Anda yang terus-menerus. Saya sedih karena tidak memiliki kesempatan untuk bermain dengan Jatidiri dan merasakan dukungan Anda dengan cara yang benar-benar layak Anda dapatkan.