DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Seorang bayi perempuan ditemukan di depan pintu Yayasan Domyandhu Dompet Yatim dan Dhuafa, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Menurut Siti Jaenah, 53 tahun, istri Ketua RT 01 RW 04, bayi itu ditemukan dalam tas jinjing oleh anak-anak panti pada pukul 02.30 WIB, Rabu, 26 Maret 2025.
"Pertama kali bayi berjenis kelamin perempuan tanpa baju, hanya dililit kain warna merah dan cardigan hijau, ditemukan dalam tas jinjing pakaian yang diletakkan di depan pintu yayasan," ujar Siti Jaenah kepada Poskota di rumahnya, Rabu siang.
Pemilik panti kemudian membawa bayi tersebut ke dalam rumah. Pada pagi harinya, Ketua RT melaporkan kejadian itu ke pihak kelurahan, yang kemudian mengundang petugas dari Dinas Sosial Kota Depok, petugas kecamatan, kelurahan, bidan Puskesmas Rangkapan Jaya Baru, serta perangkat lingkungan RT dan RW.
Baca Juga: Aksi 2 Orang Diduga Buang Bayi di Malang Terekam CCTV
Saat bersamaan, banyak warga, terutama ibu-ibu, berebut ingin mengadopsi bayi itu.
"Dari WAG lingkungan, banyak ibu-ibu yang ingin mengadopsi bayi yang dibuang ini. Tapi karena harus mengikuti prosedur, akhirnya bayi diserahkan ke Dinas Sosial Kota Depok," jelas Jaenah.
Salah satu orang yang ingin mengadopsi bayi itu adalah keponakan Jaenah, yang sudah delapan tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak.
"Suami keponakan saya sampai tidak masuk kerja karena sangat ingin mengadopsi bayi itu. Tapi karena ada prosedur yang harus diikuti, bayi akhirnya dibawa oleh Dinas Sosial ke RSUD Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.
Sempat Dikira Sampah
Latif Mursyid Fairuz, 17 tahun, penghuni Yayasan Domyandhu, adalah orang pertama yang menemukan bayi tersebut.
"Saat itu saya pulang dari bermain sekitar pukul 02.30 WIB. Di depan pintu yayasan, saya melihat tas jinjing yang awalnya dikira berisi sampah. Setelah didekati, ternyata ada bayi di dalamnya," kata Latif.
Bayi perempuan itu ditemukan dalam keadaan hidup, dibungkus kain dan cardigan rajut warna hijau-putih.
Di dalam tas juga ditemukan perlengkapan bayi seperti susu, dot, bedak, dan popok.
Surat Wasiat
Selain perlengkapan bayi, di dalam tas juga ditemukan secarik kertas bertuliskan tangan dengan tinta merah muda.
Isi surat tersebut menyatakan bahwa orang tua bayi terpaksa menitipkannya di yayasan, namun berjanji tetap menafkahinya melalui transfer rutin.
Adapun tulisan di dalam kertas yang ditinggalkan bersama bayi dalam tas tersebut yaitu:
"Assalammualaikum Wr Wb, Pak Bu maaf kami terpaksa menitipkan anak kami bernama Nur Salma (Salma) ke tempat ini. Kami akan tetap menafkahi anak kami tapi tidak bisa secara langsung mungkin dengan lewat cara transfer setiap minggu atau bulannya. Kami minta agar tolong dirawat dan jaga anak kami dengan baik kami minta maaf sebesar-besarnya pak buk. Insyallah kami akan selalu ada dan kabar untuk anak kami ini no WA kami yang bisa dihubungi. Kami mohon kepada bapak dan ibu pindah atau ganti no wa segera tolong hubungi kami dan kami akan jemput kembali anak kami dan tolong dirawat dan jangan diaobsi orang lain."
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Iptu Bowo, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan," tutupnya.