Masjid Jami Al-Istiqomah, Tertua di Depok dan Nyaris Kena Gusur

Selasa 25 Mar 2025, 13:52 WIB
Masjid Jami Al-Istiqomah di Depok. (Sumber: gmaps)

Masjid Jami Al-Istiqomah di Depok. (Sumber: gmaps)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Masjid Jami Al-Istiqomah yang terletak di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menjadi salah satu masjid tertua di wilayah tersebut.

Surau berwarna hijau dengan gaya arsitektur khas masjid-masjid di Jawa Tengah ini berdiri sekitar dua abad lalu, tepatnya pada 1828. Berdasarkan literatur yang ada, masjid ini disebut sebagai surau pertama dan tertua di Kota Depok, Jawa Barat.

Masjid ini berdiri di atas lahan wakaf seluas 1.020 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 400 meter persegi, sementara sisanya dimanfaatkan sebagai lahan makam.

Konon, Masjid Jami Al-Istiqomah dibangun hanya dalam waktu satu hari. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga kerap dijadikan lokasi ziarah bagi peziarah dari dalam dan luar Kota Depok.

Baca Juga: Kemenag Tekankan Masjid Sepanjang Jalur Mudik Buka 24 Jam untuk Maksimalkan Kenyamanan Para Pemudik

Pengurus Masjid Jami Al-Istiqomah, Mujeti, mengisahkan sejarah berdirinya masjid tersebut. Dia menyebut masjid ini awalnya dinamai Masjid Agung Mampang Prapatan oleh Engkong Haji Djasim bin Sainun Syeh Maqnum Al-Fatah pada 1828.

“Pada zaman dahulu, untuk pertama kalinya hanya ada pondasi batu yang dikerjakan oleh salah satu syeh atau wali Allah SWT. Setelah itu, pembangunan dilanjutkan oleh Engkong Haji Djasim yang merupakan orang asli Kudus, Jawa Tengah,” ujarnya kepada Poskota.

Masjid Jami Al-Istiqomah telah mengalami empat kali renovasi sejak pertama kali didirikan. Namun, pada 2008, masjid ini sempat terancam tergusur karena rencana proyek pelebaran Jalan Raya Sawangan oleh pemerintah pusat. Beruntung, rencana tersebut urung dilakukan.

Baca Juga: Benarkah Ada Pahala Saat Mentraktir Orang Berbuka Puasa? Ternyata Ini Penjelasannya

Selain sebagai tempat ibadah, Mujeti menuturkan, dulunya masjid ini juga berfungsi sebagai tempat singgah bagi para pedagang dari Desa Grogol, Pitara, dan Rangkapan Jaya.

"Dahulu kala, Depok dikenal sebagai Belanda Depok, karena pada masa itu jumlah gereja dan masjid sangat sedikit," katanya.

Berita Terkait

News Update