Jadi Makanan Khas Saat Lebaran, Inilah Sejarah Ketupat yang Pertama Kali Dibawa oleh Sunan Kalijaga

Selasa 25 Mar 2025, 21:48 WIB
Jadi Makanan Khas Saat Lebaran, Inilah Sejarah Ketupat yang Pertama Kali Dibawa oleh Sunan Kalijaga (Freepik.com/MataEm)

Jadi Makanan Khas Saat Lebaran, Inilah Sejarah Ketupat yang Pertama Kali Dibawa oleh Sunan Kalijaga (Freepik.com/MataEm)

Baca Juga: Aturan Bayar Zakat Fitrah, Inilah Waktu Paling Afdal Menunaikannya

Hal tersebut dimaksudkan karena telah selesainya menjalani ibadah puasa dengan datangnya 1 Syawal.

Luberan yang berarti melimpah. Diibaratkan air dalam tempayan yang isinya melimpah hingga tumpah kebawah.

Simbol tersebut memberikan pesan untuk memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin, yaitu sedekah dengan ikhlas seperti tumpahnya atau lubernya air dalam tempayan.

Lalu leburan, yang berarti semua kesalahan dapat lebur atau habis dan lepas, serta dapat dimaafkan pada hari Idul Fitri.

Terakhir adalah Laburan. Di masyarakat Jawa labur (kapur) adalah bahan untuk memutihkan dinding.

Hal tersebut menandakan simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.

Usai saling bermaafan atau leburan di momen Lebaran, umat Muslim diberikan pesan agar tetap menjaga sikap dan tindakan yang baik.

Sehingga hal tersebut mencerminkan budi pekerti yang baik pula. Ketupat tak hanya menjadi identitas di Indonesia, melainkan di Asia Tenggara. Khususnya di negara Melayu, ketupat juga identik dengan Hari Raya Idul Fitri.

Berita Terkait

News Update