Performa mobil Ferrari di dua seri balapan F1 2025 jadi sorotan. (Sumber: Instagram @scuderiaferrari)

OLAHRAGA

Ferrari Awali F1 2025 dengan Buruk, Pengamat Duga Ini yang Terjadi

Selasa 25 Mar 2025, 11:13 WIB

POSKOTA.CO.ID - Performa mobil Ferrari jadi sorotan setelah awal musim Formula One (F1) 2025 yang mengecewakan, di GP China Si Kuda Jingkrak didiskualifikasi.

Di F1 GP Australia 2025, Ferrari berjuang keras untuk kecepatan mobil dengan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton finish di posisi 8 dan 10.

Sementara di GP China, Lewis Hamilton mencatat kemenangan sprint race mengungguli Oscar Piastri dan Max Verstappen.

Tetapi kecepatan Ferrari seperti memudar di sesi kualifikasi reguler dan race grand prix.

Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bahrain! Nggak Perlu Datang ke SUGBK, Berikut Ini Titik Lokasi Nobar di Bandung

Leclerc dan Hamilton hanya mampu finis di posisi kelima dan keenam di lintasan Sirkuit Internasional Shanghai.

Beberapa saat setelah balapan berakhir, Hamilton dan Leclerc didiskualifikasi dari hasil karena berbagai pelanggaran teknis yang membuat mobil mereka ilegal.

Diskualifikasi Hamilton terjadi karena plank pada bagian bawah mobil mengalami keausan berlebihan hingga setengah milimeter.

Sementara mobil Leclerc kedapatan kurang 1 kg dari batas berat minimal 800 kg.

Ketinggian mobil Ferrari dalam kasus Lewis Hamilton sebenarnya telah menjadi perbincangan sejak seri balapan pembuka di Sirkuit Albert Park, Melbourne.

Di mana ada rumor di paddock bahwa tim harus menaikkan mobil mereka karena masalah keausan plank.

Tim Scuderia Ferrari belum mengomentari masalah yang dikabarkan itu, tetapi pengecualian Hamilton di Shanghai telah menimbulkan kecurigaan tentang kemungkinan cacat mendasar pada SF-25.

"Akan menjadi hal yang standar bagi semua orang di Australia untuk meninggikan mobil karena guncangannya dan guncangan tersebut merugikan downforce dan keausan papan," kata pengamat Formula 1, Bernie Collins dari Sky Sports F1 dikutip dari Crash.

"Di Australia, Ferrari tidak sekuat itu. Sebagian karena strategi, tetapi performa di babak kualifikasi tidak sekuat itu."

Baca Juga: Orang Bandung Merapat! Berikut Ini Titik Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Bahrain

"Jadi mungkin mereka memiliki mobil yang sangat sensitif terhadap ketinggian dalam hal performa aerodinamis."

"Semua mobil ini demikian karena semuanya adalah mobil ground-effect, tetapi mungkin lebih sensitif daripada yang lain."

"Saya akan terkejut jika sprint (race) di China tidak menjadi indikasi yang cukup baik bahwa Anda akan melanggar aturan karena keausan plan."

Mendadak Ubah Settingan Mobil

Setelah penampilan kualifikasi yang tidak terlalu mengesankan, juara dunia tujuh kali Hamilton mengakui perubahan settingan yang dilakukannya setelah kemenangan sprint membuat mobil Ferrari-nya lebih sulit dikendarai.

Collins menjelaskan bahwa bukanlah hal tidak biasa bagi tim untuk membuat perubahan pengaturan selama akhir pekan sprint.

"Yang membedakannya dengan Austin dua tahun lalu (ketika Mercedes dan Lewis Hamilton didiskualifikasi karena keausan plank yang berlebihan), Anda tidak diperbolehkan mengubah set-up antara sprint dan balapan utama, jadi ketika keausan papan terbaca di Sprint, Anda tidak bisa bereaksi terhadapnya," ungkapnya.

Diskualifikasi untuk Charles Leclerc dan Lewis Hamilton membuat Ferrari kehilangan 18 poin di China, yang merupakan pukulan besar bagi Ferrari di awal musim ini.

Setelah hanya dua balapan, Ferrari berada di posisi kelima dalam klasemen konstruktor dengan 17 poin dan 61 poin di belakang McLaren.

Sementara Leclerc dan Hamilton sudah tenggelam di antara pembalap lain di klasemen pembalap.

Tags:
Charles LeclercLewis HamiltonFerrariFormula OneFormula 1F1

Mohamad Taufik

Reporter

Mohamad Taufik

Editor