Setelah mengetahui kondisi keuanganmu, saatnya menyusun ulang anggaran. Cobalah membagi pengeluaran menjadi tiga kategori utama yakni kebutuhan pokok, kewajiban, dan keinginan. Fokuslah pada kebutuhan pokok dan kewajiban terlebih dahulu.
Baca Juga: Cara Menarik Uang Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di ATM untuk THR Lebaran
3. Berbelanja dengan Bijak
Godaan belanja pasca Lebaran sering kali masih terasa, terutama dengan banyaknya promo yang bertebaran. Namun, tahan dulu keinginan untuk membeli barang yang tidak mendesak.
Sebelum berbelanja, buatlah daftar belanjaan dan patuhi daftar tersebut. Cara ini terbukti ampuh mencegah pengeluaran impulsif yang bisa memperparah kondisi keuanganmu.
4. Mulai Menabung Lagi
Meskipun kondisi keuangan sedang ketat, usahakan tetap menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Tidak perlu dalam jumlah besar, yang penting konsisten.
Tabungan ini bisa menjadi penyelamat saat ada kebutuhan mendadak di kemudian hari, seperti biaya sekolah anak atau perbaikan rumah.
5. Hindari Utang Baru
Saat keuangan mulai seret, godaan untuk berutang bisa muncul. Namun, berutang justru berisiko memperburuk keadaan. Sebisa mungkin, hindari menambah utang baru dan fokuslah pada pemulihan finansial dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.
6. Disiplin dalam Pengelolaan Keuangan
Terakhir, yang paling penting adalah menjaga disiplin dalam mengatur keuangan. Godaan untuk kembali boros mungkin akan selalu ada, tapi ingatlah tujuanmu memulihkan kondisi keuangan agar lebih stabil.
Disiplin dalam mematuhi anggaran yang sudah disusun dan konsisten menabung akan membantumu bangkit dari keterpurukan finansial pasca Lebaran.
Memulihkan keuangan setelah Lebaran memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Dengan mengevaluasi kondisi finansial, menyusun anggaran baru, berbelanja secara bijak, menabung kembali, menghindari utang baru, dan disiplin dalam pengelolaan keuangan, kamu bisa kembali meraih stabilitas finansial.
Itulah informasi tips memulihkan keuangan usai Lebaran.