Ilustrasi. Teknologi pengisian daya cepat HP. (Sumber: Pixabay/StockSnap)

TEKNO

Apakah Teknologi Pengisian Daya Cepat Berbahaya untuk HP? Simak Penjelasannya

Selasa 25 Mar 2025, 09:33 WIB

POSKOTA.CO.ID - Dalam era teknologi saat ini, ponsel pintar semakin canggih, termasuk dalam hal pengisian daya.

Baru-baru ini, ada banyak perbincangan mengenai pengisian daya 210 Watt yang mampu mengisi daya ponsel dalam waktu singkat, hanya 9 menit.

Namun, beberapa orang bertanya-tanya apakah teknologi ini berbahaya, apakah HP bisa meledak, atau apakah baterainya akan tahan lama?

Baca Juga: Nongol Lagi! Saldo DANA Gratis Rp225.000 Modal Main Game di Hp, Begini Cara Klaim ke Dompet Elektronik

Dikutip dari YouTube Youtuber Cupu, berikut ini adalah penjelaan mengenai pengaruh pengisian daya HP.

Cara Kerja Baterai HP

Pada umumnya, sebagian besar HP menggunakan baterai lithium-ion. Baterai jenis ini memiliki dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif.

Di dalamnya terdapat ion-ion kecil yang bergerak dari sisi negatif ke sisi positif, menghasilkan energi untuk menjalankan ponsel.

Ketika baterai habis, ion-ion tersebut akan beralih dari sisi positif kembali ke sisi negatif.

Pengaruh Pengisian Cepat terhadap Baterai

Semakin tinggi wattage pengisi daya, semakin cepat pergerakan ion di dalam baterai, yang juga menghasilkan panas.

Baca Juga: Khawatir Hp Anda Terkena Virus? Begini Cara Cepat untuk Mengetahuinya

Panas merupakan musuh utama baterai karena dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Semakin sering ion bergerak kembali dan forth, semakin besar kemungkinan ion tersebut akan rusak atau "mati", yang dapat menurunkan kapasitas baterai.

Panas dapat berasal dari pengisian daya maupun penggunaan ponsel, bahkan faktor eksternal seperti menaruh ponsel di atas dashboard mobil yang terpapar sinar matahari langsung.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga suhu ponsel agar tetap stabil, terutama saat pengisian daya.

Teknologi Pengisian Cepat dan Pembagian Daya

Untuk mengatasi masalah panas ini, beberapa ponsel menggunakan teknologi parallel charge atau pengisian paralel.

Teknologi ini membagi baterai menjadi dua sel, misalnya 2500 mAh + 2500 mAh, untuk memungkinkan pengisian daya lebih cepat dan mengurangi panas.

Namun, meskipun pengisian daya dapat dilakukan lebih cepat, ponsel biasanya tidak menggunakan dua sel dengan kapasitas yang lebih besar, seperti 2500 mAh + 2500 mAh, karena itu akan membuat ponsel lebih besar dan lebih berat.

Menghindari Kerusakan Baterai

Salah satu tips agar baterai ponsel Anda lebih tahan lama adalah dengan menghindari suhu panas.

Jangan biarkan ponsel Anda terpapar panas yang berlebihan, seperti menaruhnya di dalam mobil yang terpapar matahari langsung atau mengisi daya saat sedang bermain game.

Pengisian daya yang cepat saat ponsel digunakan secara intensif bisa berdampak ganda pada suhu ponsel.

Pengisian Cepat 210 Watt: Apa yang Terjadi?

Ponsel yang hanya mendukung pengisian daya 18 Watt tidak akan mengalami kerusakan jika dihubungkan dengan charger 210 Watt. Ponsel akan "pintar" dalam mengatur aliran daya yang masuk.

Misalnya, jika ponsel mendeteksi daya masuk 210 Watt, maka daya yang disalurkan akan dikurangi secara otomatis agar sesuai dengan kemampuan ponsel, biasanya sekitar 18-19 Watt. Ini memastikan ponsel tetap aman dan suhu tetap terkendali.

Penggunaan Teknologi Gallium Nitride (GaN)

Saat ini, banyak charger yang menggunakan teknologi Gallium Nitride (GaN) alih-alih silikon.

GaN memiliki keunggulan dalam hal konduktivitas panas yang lebih rendah, sehingga charger dapat berukuran lebih kecil dan lebih efisien dalam mengalirkan daya.

Charger dengan teknologi GaN cenderung lebih kecil dan lebih dingin, serta dapat menyalurkan daya dengan lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian, teknologi pengisian daya cepat tidak berbahaya jika ponsel mampu mengatur aliran daya yang masuk dan menjaga suhu tetap stabil.

Perusahaan besar seperti Xiaomi atau Samsung pasti telah melakukan pengujian menyeluruh sebelum merilis produk dengan teknologi pengisian cepat.

Masalah utama pada baterai biasanya disebabkan oleh kerusakan komponen internal, seperti yang pernah terjadi pada Galaxy Note 7, bukan hanya karena pengisian daya cepat atau panas berlebih.

Tips untuk Memperpanjang Umur Baterai HP

1. Hindari pengisian daya saat ponsel digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game.

2. Jangan biarkan ponsel terpapar panas berlebih, seperti di dalam mobil yang terpapar matahari langsung.

3. Gunakan charger dan kabel yang terpercaya, hindari produk palsu yang dapat merusak baterai.

Dengan memahami cara kerja baterai dan teknologi pengisian daya cepat, Anda bisa lebih bijak dalam menggunakan HP dan menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.

Teknologi pengisian cepat, bila digunakan dengan bijak, tidak perlu dikhawatirkan.

Tags:
teknologiHP bateraipengisian daya HP

Rinrin Rindawati

Reporter

Rinrin Rindawati

Editor