Para pemain Timnas Indonesia. (Sumber: X/@TimnasIndonesia)

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Disebut Lebih Cocok Gunakan Skema Catenaccio daripada Total Football, Apa Itu Catenaccio? Simak Penjelasannya

Minggu 23 Mar 2025, 21:12 WIB

POSKOTA.CO.ID – Asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, dengan tegas menyatakan bahwa strategi Total Football tidak sesuai dengan karakteristik Timnas Indonesia saat ini.

Ia berpendapat bahwa strategi Total Football tidak realistis. Pasalnya, strategi ini membutuhkan pemain berkualitas tinggi di seluruh posisi.

"Total Football membutuhkan pemain-pemain kelas atas yang mutiposisi dan memiliki stamina super," kata Alex Pastoor.

Lebih lanjut, dirinya memberikan opsi lain bahwa strategi yang realistis dengan Timnas Garuda adalah skema Catenaccio.

Baca Juga: Manajer Timnas Indonesia Tegaskan Tak Ada Lagi Proses, Harus Lolos Piala Dunia 2026!

Alex Pastoor dan Patrick Kluivert siap bawa Timnas Indonesia hadapi Bahrain. (Sumber: X/@timnasindonesia)

Pengertian Catenaccio

Melansir laman Jobs in Football, Catenaccio adalah sistem bertahan yang melibatkan seorang sweeper yang bermain di belakang garis pertahanan utama.

Pertama, tugas utama pemain belakang adalah menyapu bola-bola lepas yang melewati pertahanan. Selanjutnya, lini pertahanan mesti menutup ruang untuk pemain lawan yang mencoba menembus pertahanan.

Kemudian, pemain bertahan mampu memulai serangan balik dengan memanfaatkan ruang yang lebih luas.

Sementara itu, bek tengah berfokus pada penjagaan langsung terhadap pemain lawan, sedangkan bek sayap dapat bergerak lebih maju untuk membantu serangan.

Baca Juga: Manajer Timnas Indonesia Beberkan Kondisi Ruang Ganti setelah Kekalahan Telak dari Australia

Asal-usul Istilah dan Konsep

Istilah Catenaccio berasal dari bahasa Italia yang berarti "rantai" atau "pengunci pintu". Filosofinya adalah menciptakan pertahanan yang kuat dan solid seperti pintu yang terkunci rapat.

Meskipun terkenal di Italia, sistem ini pertama kali dirancang oleh pelatih asal Austria, Karl Rappan, di tahun 1930-an.

Ia menyebut pendekatan ini sebagai "verrou" atau "bolt", yang kemudian diadaptasi oleh pelatih Italia, salah satunya, seperti Nereo Rocco.

Rocco menggunakan Catenaccio untuk membawa timnya, seperti AC Milan, meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk dua trofi Liga Champions Eropa.

Baca Juga: Timnas Indonesia Cocok Bermain dengan Gaya Total Football? Simak Penjelasannya

Catenaccio memiliki dampak besar pada sepak bola Italia, menjadikan mereka salah satu negara paling sukses dalam sejarah olahraga ini dengan empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa.

Nama-nama besar seperti Franco Baresi, Fabio Cannavaro, dan Giorgio Chiellini adalah produk dari filosofi bertahan yang berakar pada Catenaccio.

Tags:
sepakbolaAlex PastoorTotal Football CatenaccioTimnas Indonesia

Muhamad Arip Apandi

Reporter

Muhamad Arip Apandi

Editor