POSKOTA.CO.ID - Total Football sedang menjadi perbicangan terutama seusai pertandingan Timnas Indonesia lawan Australia pada Kamis, 20 Maret 2025.
Kendati demikian, strategi Total Football yang coba diterapkan pelatih Patrick Kluivert itu belum bisa memberikan kemenangan.
Total Football adalah sebuah filosofi revolusioner yang mengubah wajah permainan sepak bola.
Diperkenalkan oleh tim legendaris Ajax dan Belanda di tahun 1970-an, konsep ini terus memberikan pengaruh mendalam pada permainan modern.
Baca Juga: Miliano Jonathans Selangkah Lagi Gabung Timnas Indonesia, Kapan Bakal Debut?

Apa Itu Total Football?
Melansir situs FIFA, total Football adalah pendekatan yang menekankan fleksibilitas posisi pemain di lapangan.
Pemain tidak memiliki posisi tetap, melainkan bergerak secara dinamis untuk menciptakan peluang serangan yang mematikan.
Filosofi ini membutuhkan kecerdasan sepak bola yang tinggi, kemampuan teknis yang luar biasa, serta komunikasi tim yang sempurna.
Dalam menyerang, Total Football berupaya memperluas ruang permainan untuk mempertahankan bola dan menciptakan peluang mencetak gol.
Baca Juga: Timnas Indonesia Berbenah Demi Tiga Poin Kualifikasi Piala Dunia 2026
Filosofi ini pertama kali dipopulerkan oleh pelatih legendaris Rinus Michels dan pemain ikonik Johan Cruyff.
Namun, unsur-unsur Total Football sudah terlihat dalam gaya bermain Austria’s Wunderteam (1930-an) dan Hungary’s Magical Magyars (1950-an).
Pelatih Inggris Jimmy Hogan serta Jack Reynolds, mentor Michels, turut membentuk dasar-dasar filosofi ini.
Di bawah kepemimpinan Michels, Ajax berhasil menerapkan Total Football dan meraih tiga gelar European Cups berturut-turut dari 1971 hingga 1973.
Baca Juga: Erick Thohir Temui Tim Pelatih Timnas Indonesia, Minta Bangkit Lawan Bahrain
Cruyff menjadi pusat filosofi ini, dengan kebebasan untuk bergerak di berbagai posisi.
Di Piala Dunia 1974, Total Football mencapai puncaknya. Tim Belanda yang dilatih Michels dan dipimpin Cruyff memukau dunia dengan permainan memikat.
Meskipun mereka kalah di final dari Jerman Barat, tim ini tetap dikenang sebagai salah satu tim nasional paling ikonik.