POSKOTA.CO.ID - Jelang pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League 2024-25 antara Timnas Portugal vs Denmark, Cristiano Ronaldo marahi wartawan.
Legenda hidup sepak bola dunia itu, menyentil sikap para jurnalis yang tidak fokus saat menghadiri konferensi pers jelang pertandingan Portugal vs Denmark.
Seperti dikutip dari postingan yang diunggah jurnalis Italia, Fabrizio Romano di platform X, Cristiano Ronaldo menegur sikap beberapa wartawan.
Emosi Cristiano Ronaldo naik, ketika dia menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan, tapi saat itu para jurnalis malah fokus ke depan perangkat laptopnya.
Baca Juga: Pimpin Latihan Strategi Timnas Indonesia, Alex Pastoor Bakal Gantikan Peran Patrick Kluivert?
"Memang ada sentimen negatif di dalam tim nasional (Portugal). Beberapa pertanyaan yang diajukan (media) sama sekali tidak sopan," kata Cristiano Ronaldo dikutip dari postingan akun X Fabrizio Romano.
"Tatap saya saat saya menjawab pertanyaan Anda, bukan di depan komputer. Anda punya waktu untuk itu."
"Jika perlu, saya akan mengatakannya sepuluh kali," ujarnya.
Portugal dalam posisi tertinggal 1-0 dari Denmark dan harus mengejarnya saat giliran jadi tuan rumah pada leg kedua perempat final UNL A.
Pertandingan Portugal vs Denmark akan digelar di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, pada Minggu malam, 23 Maret 2025, atau Senin dini hari WIB.
Ronaldo berharap dapat membantu Portugal mengatasi defisit satu gol dan membawa negaranya ke semifinal.
Incar Gelar UNL Kedua
Cristiano Ronaldo Cs mengincar gelar juara UEFA Nations League (UNL) A kedua setelah sukses meraihnya di edisi perdana.
Baca Juga: Daftar Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Bahrain di Jakarta dan Bandung, Cek di Sini!
Portugal merupakan juara UEFA Nations League A pertama setelah mengalahkan Belanda 1-0 di laga final.
Saat itu, Goncalo Guedes jadi penentu kemenangan Portugal di pertandingan puncak UNL A di Estadio do Dragao, Porto.
UEFA Nations League merupakan turnamen yang sengaja digelar UEFA untuk mengemas laga 'persahabatan' menjadi pertandingan yang kompetitif.
Kompetisi ini, juga jadi role model yang kemudian ditiru oleh CONCACAF yang menyelenggarakan ajang serupa.