"Yah terus kenapa pas laga pertama malah total football? siapa yg ngatur? katanya Pastoor? berarti beliau juga cuma nasehatin dong," cuitnya.
Sementara itu, akun bernama @adrieu**** mengusulkan pendekatan yang lebih pragmatis, seperti counter-attack, untuk menghadapi tim-tim yang lebih kuat.
"Gua malah lebih seneng main pragmatis counter attack kaya pas nanti gol pasti seneng bgt krn sepanjang pertandingan bertahan trus sekalinya ada peluang bikin gol atau minimal bikin hype naik lah. Ya mana ada sih kalo ada match negara gede vs negara kecil yg digempur negara gede?" cuitnya.