POSKOTA.CO.ID - Penipuan investasi kembali terjadi dengan skema yang semakin licik. World Pay One (WPOne) yang sebelumnya menjanjikan penarikan dana setelah IPO palsu di NASDAQ, kini kembali menunda pencairan dengan dalih baru.
Para investor diminta melakukan deposit tambahan, sementara aplikasi WPOne telah dihapus dari Google Play Store. Banyak yang menduga ini adalah cara untuk menguras dana sebelum para pelaku menghilang.
Banyak netizen yang mengkritik soal ini hingga hKasus ini menambah daftar panjang penipuan berbasis kripto yang memanfaatkan kelengahan korban.
"Kok msh ad yah org percaya ke leader suruh top up lagi baru bsa wd sebenarnya itu bukan alasan, ny ndk masuk akan menghindari akun ilegal dan harus verifikasi dri sebelum ny kita masuk awal ngk seperti ini sytem ny ad apa wpone ni" ujar @Den***
Baca Juga: Mainkan Game Ini! Hasilkan Saldo DANA Gratis Rp200.000 Sekarang dengan Cara Mudah
Skema investasi World Pay One (WPOne) kembali menunjukkan tanda-tanda penipuan setelah mengundur jadwal penarikan dana yang telah dijanjikan sebelumnya.
Setelah sebelumnya menjanjikan pencairan pada 14 Maret pukul 12.00 waktu New York, kini waktu tersebut diundur lagi ke 17 Maret pukul 00.00 waktu New York atau 18 Maret pukul 11.00 WIB.
Namun, ada syarat baru yang mengundang kecurigaan: para investor diminta melakukan deposit tambahan sebesar USD 100 atau sekitar Rp1.600.000 agar dapat menarik dana mereka.
Dugaan kuat muncul bahwa skema ini hanya bertujuan untuk mengulur waktu dan memaksimalkan jumlah dana yang masuk sebelum para pelaku akhirnya kabur.
Aplikasi Dihapus, Penarikan Makin Meragukan
Melansir dari grup facebook @Wpone Indonesia, sejumlah investor mulai mempertanyakan bagaimana proses penarikan dana dapat dilakukan jika aplikasi WPOne sendiri sudah dihapus dari Google Play Store.
Alternatif yang tersisa adalah menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi, yang tentunya berisiko tinggi terhadap keamanan data dan perangkat.