Ahok, Mantan Komisaris Utama Pertamina, Tegas Ancam Direksi yang Meremehkannya: Gue Penjarain Kalian Semua!

Sabtu 01 Mar 2025, 09:42 WIB
Ahok memberikan rekomendasi untuk memberantas mafia migas di Indonesia. (Sumber: YouTube/Narasi Newsroom)

Ahok memberikan rekomendasi untuk memberantas mafia migas di Indonesia. (Sumber: YouTube/Narasi Newsroom)

Ia juga menyatakan bahwa dirinya memiliki data yang cukup untuk memenjarakan para direksi jika rezim berikutnya serius memberantas korupsi di sektor migas dan Pertamina.

"Saya boleh keluar dari sini, tapi catatan yang saya punya, kalau rezim betul-betul mau membereskan negeri ini dari korupsi di Migas dan Pertamina saya berani jamin saya dengan data ini akan penjarakan kalian semua," sambungnya.

Kasus Korupsi BBM Oplosan Pertalite

Ahok juga menyambut baik niat Kejaksaan Agung untuk memanggilnya sebagai saksi dalam kasus korupsi bahan bakar minyak (BBM) oplosan Pertalite.

Ia menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya melibatkan Rifa Siahan Patra Niaga, tetapi juga oknum BPK yang terlibat dalam audit. "Mana mungkin, saya kira oknum BPK bisa terlibat, ada yang ngaudit kok," ujarnya.

Baca Juga: Link Tes Ujian Gabut 1 Maret 2025, Seberapa Tingkat Kegabutan Kamu Hari Ini?

Rekomendasi Ahok untuk Memberantas Mafia Migas

Ahok memberikan rekomendasi untuk memberantas mafia migas di Indonesia. Menurutnya, harga Indeks Crude Price (ICP) yang ditentukan oleh Menteri ESDM dan subholding kilang Pertamina kurang efisien.

"Harga ICP ditentukan oleh Menteri ESDM subholding kilangnya Pertamina itu kan kurang efisien sebetulnya harusnya kilang yang lebih modern lebih murah," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia seharusnya siap menghadapi perang dengan siapa pun karena memiliki stok minyak yang cukup untuk setahun.

"Jadi kalau saya mengatakan harga Kilang Pertamina patukan e-katalog karena sudah dibeli dari subhing pat Niaga termasuk LPG kan barang enggak cukup Aftur segala macam selesai apa yang mau mafia? Dan Indonesia siap perang sama siapun karena punya stok minyak bisa setahun," pungkasnya.

Ahok kembali menunjukkan ketegasannya dalam menghadapi praktik korupsi di Pertamina. Meski dianggap "Macan Ompong", ia membuktikan bahwa dirinya memiliki data dan kekuatan untuk melawan para direksi yang meremehkannya.

Hal ini menjadi pengingat bahwa ketegasan dan transparansi adalah kunci untuk memberantas korupsi di sektor migas Indonesia.

Berita Terkait

News Update