"Pada 11 Februari 2025 ada ujian sekolah, saya sudah berada di ruang kelas, akan tetapi saya disuruh keluar oleh guru Bahasa Jawa karena tidak mempunyai Kartu Ujian. Maka saya tidak boleh ikut ujian dan disuruh keluar kelas," katanya.
Atas kejadian tersebut, akhirnya ia tidak bisa mengikuti ujian sekolah dan terpaksa harus putus sekolah.
Sehingga, ia berharap untuk Gubernur DIY dapat membantunya mencarikan solusi dari permasalahan tersebut agar dirinya bisa lulus sekolah dan mendapatkan ijazah.
Baca Juga: Pilu! Pemuda Ini Terpaksa Mengarak Ondel-ondel Sejak Putus Sekolah untuk Penuhi Kebutuhan
"Saya tidak bisa ikut ujian dan terpaksa putus sekolah. Kami berharap Bapak Gubernur DIY dapat membantu kamu untuk melanjutkan sekolah lulus dan mendapatkan ijazah," ucapnya.
Menunggak SPP Selama 3 Tahun
Ayah dari KS, Ariwantoko mengatakan bahwa total tunggakan yang ditagih sekolah selama tiga tahun yakni Rp14,8 juta.
Terkait tagihan itu, Ari mengaku tidak sanggup dan kesulitan untuk melunasi tunggakan tersebut. Terlebih, ia hanya bekerja sebagai buruh.
"Keadaan saya sebagai buruh harian lepas. Saya kerjaan tidak pasti. Jadi untuk penghasilan enggak pasti," kata Ari.
Baca Juga: Viral, Gelas di Atas Meja Tiba-Tiba Pecah, Penjual Nasi dan Pelanggan Kaget
Ayah KS mengaku sudah berupaya untuk bertemu pihak sekolah, tetapi ternyata tetap tidak diberikan toleransi.
"Saya sudah datang ketemu tim pelaksana ujian diarahkan ke Kepala Sekolah. Saya memohon anak saya tetap ikut ujian," katanya.
Permohoanannya itu bisa dikabulkan asalkan KS dapat membayar 50 persen dari tunggakan tersebut.