Yenny Dikejar-kejar Anjing Kompleks, Lika-liku Petugas PPSU

Minggu 02 Feb 2025, 10:36 WIB
Yenny Lies Damona, petugas PPSU Kelurahan Pulo, sedang memadatkan dedaunan kering di dalam karung di Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Februari 2024. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

Yenny Lies Damona, petugas PPSU Kelurahan Pulo, sedang memadatkan dedaunan kering di dalam karung di Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Februari 2024. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

POSKOTA.CO.ID - Pagi buta, Yenny Lies Damona, ibu rumah tangga berusia 45 tahun, meninggalkan rumah kontrakannya. Keempat anaknya masih tertidur lelap kala ia pergi, menghadap tantangan baru di luar sana untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, jauh sebelum suara ayam berkokok atau kendaraan mulai lalu lalang. Saat itulah, Yenny sudah bergegas menuju tempat kerjanya di Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setiap hari, Yenny tidak pernah melewatkan tugasnya sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah tersebut. Dengan perlengkapan sederhana seperti sapu, pengki, dan karung, ia berjalan kaki menempuh jalanan yang masih sepi, menuju tugasnya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Buah Penanda Sambut Ramadan: Petani Beralih Tanam Timun Suri

"Saya tugas menyapu di sekitar wilayah Prapanca. Menyapu sisa-sisa rontokan daun kering atau sampah berserakan di jalan," ujar Yenny kepada Poskota, Sabtu (1/2).

Sebagai petugas PPSU selama lebih dari sepuluh tahun, Yenny menjalankan pekerjaannya dengan penuh dedikasi, tidak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai ladang amal untuk keluarganya. Dia sempat kuliah tapi harus terhenti karena masalah biaya. Meski demikian, ia tidak menyerah.

Dengan ijazah SMA, Yenny melamar pekerjaan di PPSU Kelurahan Pulo dan diterima. Gaji yang diterimanya setiap bulan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya yang masih bersekolah.

"Untuk bayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak yang masih duduk di bangku SMA dan SD," kata Yenny.

Baca Juga: Panen Rezeki di Festival Bandeng Rawa Belong: Pedagang Musiman Untung Rp1,5 Juta Sehari

Walaupun suaminya bekerja serabutan, Yenny mengambil peran sebagai kepala rumah tangga. Ia menjalani tanggung jawab besar ini seorang diri, memastikan segala kebutuhan keluarga tercukupi.

Yenny tidak mengenal kata menyerah. Meski harus bekerja dari pukul 05.00 WIB sampai 13.00 WIB, ia tetap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menghadapi cuaca panas ataupun hujan.


Berita Terkait


News Update