DTKS ini kemudian disempurnakan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSE) yang merupakan gabungan dari berbagai Kementerian.
Jika Anda terpilih jadi KPM, maka data NIK e-KTP nantinya akan terdaftar dan dipastikan bakal menerima saldo dana bansos dari pemerintah.
Cek status KPM ini bisa dilakukan secara online dengan mudah, caranya bisa lihat saja melalui web Cek Bansos Kemensos.
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri, tinggal gunakan perangkat ponsel dan ikuti langkah-langkahnya berikut ini:
- Kunjungi website resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
- Setelah itu isi data wilayah pencairan mulai nama desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
- Kemudian masukkan nama lengkap Anda atau gunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencarinya.
- Lanjut isi captcha untuk proses verifikasi pengguna.
- Lalu klik tombol CARI DATA untuk menemukan data KPM bansos.
Syarat Penerima Saldo Dana Bansos BPNT
Adapun bagi masyarakat juga penting untuk mencatat apa saja kriteria penerima manfaat bansos BPNT ini. Pasalnya tidak semua kalangan berhak untuk menerima pencairan dana bantuan.
- Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan e-KTP dan KK.
- Nama wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Sedang tidak menerima gaji minimal Upah Minimum Regional (UMR).
- Aturan profesi penerima bansos bukan anggota ASN, TNI, dan Polri.
- Bukan pendamping sosial di program tertentu.
- Tidak menerima bantuan sosial lain secara bersamaan, kecuali sesuai ketentuan regulasi.
Nah itulah informasi terkait pencairan saldo dana bansos Rp400.000 per tahap dari program BPNT. Di awal tahun 2025 ini bansos BPNT sendiri akan segera cair untuk tahap 1, kemungkinan diterima akhir Januari atau bulan Februari.
Jadi masyarakat bisa pastikan kembali data NIK e-KTP Anda sudah terdaftar jadi KPM sambil menunggu proses penyaluran dana bansos yang akan dicairkan lewat rekening KKS maupun kantor pos.