JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 5 Jakarta, Hani Rustiaiani meminta agar pemberian susu kepada murid diperhatikan. Hal ini lantaran banyak murid SLB yang hanya suka dengan jenis-jenis susu tertentu saja.
Hani menyebut Badan Gizi Nasional juga sudah meminta pihak sekolah mengevaluasi makanan yang disajikan kepara murid di SLB Negeri 5 Jakarta dalam program makan bergizi gratis (MBG).
"Sebelumnya mereka sudah dari BGN ini sudah bertanya, kira-kira yang ada alergi makanan tidak anak-anak kita, kami bilang tidak ada, hanya susu saja. Susunya yang beberapa anak autis tidak bisa susu coklat," kata Hani kepada wartawan, Jumat, 10 Januari 2025.
Baca Juga: Pemilihan Wadah Stainless pada Program MBG Dinilai Tepat, Ini Alasannya
Hani menyampaikan sejauh ini murid di SLB Negeri 5 Jakarta cenderung suka dengan menu yang disajikan dalam program MBG. Apalagi pihak sekolah dipersilahkan untuk terus mengevaluasi menu.
Salah satunya terlihat dari para murid SLB yang awalnya tidak suka dengan sayur, sekarang lahap memakan sayur. Kemudian para murid juga sangat antusias menyambut program MBG ini.
"Awalnya ada yang tidak suka sayur ya, ada yang bahkan tidak suka nasi tapi orang tuanya menyampaikan dicoba perlahan-lahan awalnya kan sayurnya sedikit, sedikit gitu ya dimakannya. Kadang tidak abis tapi lama-lama perlahan-lahan setelah berjalan program uji coba ini dari 18 November sekarang Januari mereka sudah mulai suka sayur, terbiasa sayur," ujar Hani.
Dia berujar, dalam program MBG ini, pemberian susu kepada murid SLB tidak diberikan setiap hari. Melainka dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali diberikan.
"Memang dari pusat ya, katanya kalau untuk susu tidak diberikan setiap hari, tapi seminggu dua-tiga kalo," terangnya.
Terpisah, anggota DPRD Jakarta Komisi E, Kevin Wu melihat pelaksanaan program MBG di sekolah sudah berjalan dengan baik. Ia menilai program ini sangat baik guna mencapai generasi emas 2045.
"Targetnya kan harapannya yang pertama adalah pemenuhan gizi ya. Dari kasus-kasus yang sering kita temui bahwa anak ada kebutuhan, kekurangan gizi dan lain sebagainya, itu yang pertama," kata Kevin.