Viral Dokter Muda FK Unsri Dipukuli Gara-Gara Jadwal Jaga Malam, Ini Kronologinya

Jumat 13 Des 2024, 19:32 WIB
Kasus pemukulan seorang ketua stase FK Unsri menjadi perhatian publik setelah diduga dipicu jadwal jaga koas yang dianggap tidak adil. (screenshot)

Kasus pemukulan seorang ketua stase FK Unsri menjadi perhatian publik setelah diduga dipicu jadwal jaga koas yang dianggap tidak adil. (screenshot)

POSKOTA.CO.ID - Seorang ketua stase mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Lutfi, menjadi korban pemukulan di sebuah kafe di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, pada Rabu (11/12). Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah video pemukulan tersebar luas.

Insiden ini bermula dari ketidakpuasan seorang mahasiswi berinisial LAP terhadap jadwal jaga koas Natal dan Tahun Baru. Lutfi bersama dua rekannya telah beberapa kali mengganti jadwal tersebut, namun LAP tetap menganggapnya tidak adil.

"Korban sudah mengganti jadwal hingga tiga kali, tapi LAP selalu merasa tidak puas meski teman-teman lain sudah setuju," ungkap isi percakapan kronologi yang tersebar di media sosial.

Pertemuan Berakhir Ricuh

LAP kemudian melaporkan ketidakpuasannya kepada orang tuanya. Sang ibu mengajak Lutfi beserta dua dokter koas lainnya untuk bertemu dan membahas jadwal tersebut di sebuah kafe. Sayangnya, pertemuan itu justru berakhir ricuh.

Menurut informasi yang beredar, sopir keluarga LAP menjadi pelaku pemukulan. "Awalnya kami hanya diam mendengarkan omelan ibu LAP, tapi sopirnya mulai tidak senang karena dianggap tidak merespons. Sopir tersebut menarik baju Lutfi dan seorang rekan perempuan, lalu melanjutkan dengan pemukulan," ungkap salah satu kronologi di media sosial.

Diduga Dipicu Rencana Liburan

Dugaan baru muncul bahwa konflik ini dipicu rencana keluarga LAP untuk berlibur ke Eropa. Mereka tidak ingin jadwal jaga mengganggu rencana tersebut. Hal ini memancing reaksi publik, terutama setelah tagar #AnakMama ramai di platform X.

Sementara itu, Dekan FK Unsri, dr. Syarif Husin, menyatakan bahwa pihak fakultas sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini. "Kami tengah mendalami insiden pemukulan ini dan mencari solusi terbaik untuk semua pihak," ujarnya.

Permintaan Damai Tanpa Permintaan Maaf

Kakak Lutfi mengungkap bahwa ibu LAP sempat mendatangi RS Bhayangkara tempat Lutfi dirawat. Namun, kehadiran tersebut hanya untuk meminta jalur damai tanpa menyampaikan permintaan maaf kepada korban.

Lutfi dan keluarganya telah melaporkan kasus ini ke Polda Sumatera Selatan. Sampai saat ini, publik masih menantikan langkah hukum lebih lanjut terhadap pelaku.

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.


Berita Terkait


News Update