JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Saat ini sedang terjadi gangguan teknologi besar-besaran saat ini memengaruhi sistem komputer di seluruh dunia yang mengakibatkan terjadinya blue screen secara massal.
Gangguan yang terjadi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala dan tingkat keparahannya.
Gangguan tersebut dikaitkan kembali dengan CrowdStrike Falcon, sebuah perusahaan keamanan siber berbasis di Amerika Serikat dengan perangkat lunak yang diinstal pada sistem Windows, Mac, dan Linux di seluruh dunia.
Namun, gangguan ini tidak terjadi pada PC rumahan karena produk CrowdStrike jarang digunakan pada PC rumahan.
Dilansir dari abc.net, CEO CrowdStrike George Kurtz mengatakan gangguan teknologi global yang memengaruhi berbagai bisnis disebabkan oleh "cacat" dalam "pembaruan konten tunggal" untuk host Windows.
Pemadaman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mematikan sistem di seluruh Australia dan internasional.
Pemadaman ini termasuk di layanan darurat, lembaga pemerintah, outlet media, bandara, dan pusat perbelanjaan.
Apa itu CrowdStrike Falcon dan mengapa perangkat lunak ini menyebabkan gangguan yang meluas?
Dilansir dari the conversation AU, CrowdStrike Falcon adalah produk dari perusahaan keamanan siber AS, CrowdStrike.
Perangkat lunak ini merupakan "deteksi dan respons titik akhir" (EDR), yang memantau komputer untuk tanda-tanda aktivitas berbahaya dan membantu mengunci ancaman tersebut.
Falcon harus memantau komputer secara rinci, sehingga memiliki akses ke banyak sistem internal, termasuk komunikasi melalui internet dan program yang berjalan.