Peneliti Temukan Bau Telur Busuk di Atmosfer Planet Asing Mirip Jupiter, Begini Risetnya

Selasa 09 Jul 2024, 19:13 WIB
Foto planet HD 189733b yang terletak 64 tahun cahaya dari Bumi, mengorbit dekat dengan bintang induknya. (Sumber foto: Roberto Molar Candanosa/Universitas Johns Hopkins)

Foto planet HD 189733b yang terletak 64 tahun cahaya dari Bumi, mengorbit dekat dengan bintang induknya. (Sumber foto: Roberto Molar Candanosa/Universitas Johns Hopkins)

POSKOTA.CO.ID - Para peneliti menemukan adanya bau menyengat pada atmosfer sebuah planet asing mirip Jupiter. Bau tersebut disebut mirip bau telur busuk yang dikenal oleh umat manusia.

Planet tersebut dikenal sebagai HD 189733b, yang ditemukan pada 2005. Planet ini memiliki reputasi sebagai tempat yang agak ekstrem, sebab ada raksasa gas panas terik yang berukuran sedikit lebih besar dari Jupiter.

Warna planetnya biru kobalt yang mencolok dan memiliki hujan kaca cair yang berhembus ke samping dalam angin atmosfer yang kencang. Bau menyengat yang disebut mirip dengan bau telur busuk itu bersumber dari senyawa kimia hidrogen sulfida.

Para peneliti mengatakan, data baru dari Teleskop Luar Angkasa James Webb memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang HD 189733b. Planet ini merupakan salah satu planet ekstrasurya yang paling banyak dipelajari.

Di sana terdapat hidrogen sulfida yang terdeteksi di lapisan atmosfernya. Ini menjadi yang pertama kalinya terjadi pada planet ekstrasurya mana pun. Planet ekstrasurya adalah sebutan untuk planet di luar tata surya.

"Ya, baunya yang menyengat tentu akan menambah reputasinya yang sudah terkenal. Ini bukan planet yang ingin kita kunjungi sebagai manusia, tapi target berharga untuk memajukan pemahaman kita tentang ilmu planet," kata astrofisikawan Guangwei Fu dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore, dikutip dari laman GMA yang melansir laporan Reuters, pada Selasa, 9 Juli 2024.

Penulis utama riset yang diterbitkan dalam jurnal Nature itu menjelaskan, planet tersebut adalah jenis yang disebut "Jupiter panas", mengacu pada raksasa gas yang mirip dengan planet terbesar di tata surya.

Hanya saja lebih panas karena kedekatannya dengan bintang induknya. Planet ini mengorbit 170 kali lebih dekat ke bintang induknya dibandingkan jarak Jupiter ke matahari.

Planet ini menyelesaikan satu orbit setiap dua hari dibandingkan dengan 12 tahun yang dibutuhkan Jupiter untuk satu orbit matahari.

Peneliti juga menemukan, orbitnya 13 kali lebih dekat ke bintang induknya dibandingkan planet terdalam Merkurius ke matahari, sehingga suhu di sisi planet yang menghadap bintang tersebut sekitar 1.700 derajat Fahrenheit (930 derajat Celsius).

"Ini cukup langka. Sekitar satu dari 100 sistem bintang memilikinya," kata Fu tentang Jupiter panas.

Planet ini terletak 64 tahun cahaya dari Bumi, dan dianggap berada di galaksi Bima Sakti, di konstelasi Vulpecula. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, 5,9 triliun mil (9,5 triliun km).

"Jarak yang dekat membuatnya terang dan mudah untuk dipelajari secara mendetail. Misalnya, deteksi hidrogen sulfida yang dilaporkan di sini akan jauh lebih menantang untuk dilakukan di planet jauh lainnya," kata Fu.

Astrofisikawan Arizona State University dan rekan penulis studi, Luis Welbanks juga menyampaikan, planet HD 189733b lebih mirip dengan Jupiter dibandingkan yang diketahui sebelumnya. "Planet ini sangat mirip Jupiter, hanya saja lebih panas," kata dia.

Jupiter juga memiliki sejumlah kecil hidrogen sulfida di atmosfernya. Sedangkan planet HD 189733b berukuran sekitar 10% lebih besar dari diameter dan massa Jupiter.

Selain mendeteksi hidrogen sulfida, molekul yang mengandung belerang, pengamatan tersebut juga menunjukkan bahwa planet ini memiliki air dan karbon dioksida di atmosfernya, seperti yang ditunjukkan oleh data sebelumnya.

"Dengan ketiga molekul ini, kita dapat menghitung jumlah oksigen, karbon, dan belerang yang dimiliki planet ini, memberi kita kesempatan untuk memahami bagaimana planet ini terbentuk dan apakah berbeda atau tidak dengan planet-planet di tata surya kita," kata Welbank.

Sebagian besar planet HD 189733b terdiri dari hidrogen dan helium dan tidak seperti Bumi.

"Memahami atmosfernya memungkinkan kita memahami bagaimana fisika dan kimia berperilaku dalam lingkungan yang berbeda dan juga untuk mulai menyusun 'resep' untuk membentuk planet," tuturnya.

Dapatkan berita pilihan editor dan informasi menarik lainnya di saluran WhatsApp resmi Poskota.co.id. GABUNG DI SINI

News Update