VIRAL! ODGJ Mutilasi ODGJ di Garut, Begini Kata Polisi

Senin 01 Jul 2024, 14:04 WIB
Korban mutilasi dalam kasus pembunuhan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (Dok Polres Garut)

Korban mutilasi dalam kasus pembunuhan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (Dok Polres Garut)

GARUT, POSKOTA.CO.ID – Korban mutilasi dalam kasus pembunuhan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pelakunya pun disebut-sebut sebagai ODGJ.

Sebelum viral, kasus pembunuhan disertai mutilasi ini menggegerkan masyarakat Cibalong, Garut, usai warga mendapati potongan tubuh korban berceceran di pinggiran jalan, kawasan Kampung Bantar Limus, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Minggu, 30 Juni 2024, sekira pukul 12.30 WIB siang.

Sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi, korban dan pelaku sempat terlihat bersama. Hal ini dibuktikan dari video amatir yang direkam warga.

Kebersamaan pelaku dan korban terlihat saat keduanya sedang berjalan di pinggir jalan. 

Dugaan korban adalah ODGJ bisa diperhatikan dari pakaian yang dia kenakan seperti orang-orang dengan gangguan kejiwaan pada umumnya, yaitu setengah telanjang dan compang camping.

Berbeda dengan korban, pelaku terlihat mengenakan pakaian lengkap seperti kaos cokelat dan celana panjang meski dengan kondisi lusuh. 

Namun usai pembunuhan dan mutilasi terjadi, terduga pelaku terekam mengenakan pakaian kaos biru, sementara korban sudah tewas dengan tubuh yang telah terpotong menjadi beberapa bagian.

Seorang warga yang merekam, sempat menanyai pelaku tentang alat yang digunakan untuk memotong-motong tubuh korban, dan di mana pembunuhan dilakukan.

Dengan polos, pelaku memperlihatkan sebilah golok yang digunakan dan menunjukan arah lokasi di mana dia menghabisi korban.

Video kasus pembunuhan disertai mutilasi ini pun kemudian viral di media sosial X (Twitter). 

Kasusnya masih diteliti dan ditangani oleh jajaran Polres Garut. Kapolres Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha menjelaskan proses pemeriksaan masih berlanjut. 

Berita Terkait

News Update