ADVERTISEMENT

Suara PSI Melejit, KPU dan Lembaga Survei Harus Diaudit

Senin, 4 Maret 2024 10:54 WIB

Share
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. (ist)
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. (ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lembaga survei wajib diaudit jika perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep menembus 4 persen.

Sebab, jika itu terjadi berarti patut diduga ada yang tidak beres dari perbedaan data tersebut.

"Jika PSI lolos ambang batas parlemen 4 persen maka bisa menimbulkan gonjang-ganjing karena menyangkut soal kredibilitas lembaga," tegas Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, Senin (4/3/2024).

Jika nanti benar terjadi suara PSI mencapai ambang batas 4 persen, paparnya, maka bisa menimbulkan kekacauan dan rakyat tidak percaya kepada lembaga survei dan KPU.

Karyono mengingatkan, sejauh ini hasil perhitungan cepat atau quick count selalu presisi karena selisih antara hasil penghitungan KPU dengan quick count sangat tipis, yaitu selisihnya 0,1 sampai 1 persen asalkan dilakukan sesuai kaedah survei yang benar.

Menurut Karyono,  jika merujuk data quick count dari sejumlah lembaga survei, PSI diprediksi tidak lolos parlemen karena perolehan suaranya berada di kisaran antara 2,6 sampai 2,8 persen. Sementara margin error 1 persen dengan sampel 3000 TPS.

"Perolehan suara PSI versi quick count paling tinggi 2,8 (persen), katakanlah naik 1 persen itu baru 3,8 persen jadi tidak sampai 4 persen," kata Karyono.

Karyono memaparkan, terjadinya lonjakan suara PSI memang belum menembus angka 4 persen. 

Sejauh ini baru 3,13 persen berdasarkan data Sirekap KPU per Minggu (3/3/2024) pukul 11.00 WIB, suara PSI menyentuh 2.403.086 dari 65,80 persen suara yang masuk ke KPU.

"Tetapi, jika melihat pola loncatnya tidak lazim karena data masuk ke data realcount KPU sudah mencapai 65,80 persen," ungkapnya.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT