ADVERTISEMENT

Digunjing Kasus Pelecehan, UP Jaring Pengganti Rektor Nonaktif Edie Toet Hendratno

Senin, 4 Maret 2024 10:30 WIB

Share
Mahasiswa Universitas Pancasila demo di depan kampus sempat tutup jalan dan bakar ban, protes Rektornya dicopot terlibat dugaan pelecehan seksual terhadap pegawainya. (Poskota/Angga Pahlevi)
Mahasiswa Universitas Pancasila demo di depan kampus sempat tutup jalan dan bakar ban, protes Rektornya dicopot terlibat dugaan pelecehan seksual terhadap pegawainya. (Poskota/Angga Pahlevi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Setelah digunjing dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Rektor Universitas Pancasila (UP) nonaktif, Edie Toet Hendratno kepada karyawannya, kampus swasta itu membuka pendaftaran calon rektor baru.

Edie sempat menuding jika kasus yang menjerat dirinya itu dipolitisasi karena akan mendekati pemilihan rektor Universitas Pancasila periode 2024-2028.

Panitia Pemilihan Rektor (PPR) telah ditunjuk Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) dan unsur universitas.

Ketua PPR Universitas Pancasila, Muhammad Anis menyebut, sampai Jumat (1/3/2024) telah terjaring sebanyak 16 bakal calon rektor (Bacarek).

"Ke 16 Bacarek mengirimkan berkas awal berupa formulir pendaftaran pencalonan bakal calon rektor UP periode 2024-2028, surat pernyataan tanggung jawab dan jaminan kebenaran dokumen, daftar riwayat hidup, dan deskripsi diri," kata Anis dalam keterangannya, Senin (4/3/2024).

Anis menuturkan, terdapat 16 kandidat yang sudah terjaring sebagai Bacarek Universitas Pancasila untuk menggantikan posisi Edie Toet Hendratno.

Anis juga selanjutnya melalui PPR UP terlebih dahulu akan melakukan verifikasi data terhadap 16 Bacarek tersebut.

"Hasil penjaringan pemilihan rektor pada tahap awal ini sangat memuaskan sekali. Kami mendapatkan 16 kandidat potensial yang memiliki latar belakang yang sangat baik dan merupakan tokoh publik," ungkapnya.

Dari para kandidat rektor, ada delapan kandidat bergelar profesor, serta delapan kandidat lainnya jabatan fungsional doktor.

"Latar belakang para Bacarek cukup bervariasi, mulai dari akademisi, polisi, TNI, dan swasta," ucap Anis.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT