ADVERTISEMENT

Korban Perundungan SMA Binus BSD Viral Usai Berpose Pegang Botol Miras, Begini Kata Sang Ibu

Minggu, 3 Maret 2024 15:52 WIB

Share
Ilustrasi korban perundungan SMA Binus BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).(Pixabay.com/PDPics)
Ilustrasi korban perundungan SMA Binus BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).(Pixabay.com/PDPics)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Beredar di media sosial, foto korban perundungan SMA Binus BSD memegang botol diduga minuman keras (miras) saat dirawat di rumah sakit.

Setelah foto tersebut viral dan mengundang berbagai komentar netizen, ibu korban bernisial W angkat bicara. Ia menyebut, botol diduga miras itu hanya atribut cosplay yang dibawa rekan korban. 

Tak hanya itu, W menegaskan bahwa anaknya yang sedang menjalani perawatan seusai menjadi korban perundungan itu, tidak menenggak minuman beralkohol.

"Dia, kan, di rumah sakit ada orang tua, ya, ada saya dan banyak dokter. Logikanya kalau ada minuman keras enggak mungkin, apalagi itu masih di UGD," kata W, Sabtu (3/3/2024).

Ia menceritakan, pada saat anaknya tengah berada di Unit Gawat Darurat (UGD), ada dua rekannya yang datang untuk menjenguk dan menghibur korban.

"Waktu itu saya taro di UGD anak saya. Kemudian datang dua orang temannya nemenin bareng bapaknya. Nah datang dua orang yang suka cosplay. Dan dipastikan isi botol itu air putih, itu abis event dan animenya itu ada atribut botol itu," ujarnya.

Menurutnya, rekan anaknya tersebut memfoto sang anak bersama botol yang diduga miras hanya untuk menghibur, karena kondisi anaknya tertekan seusai insiden perundungan SMA Binus BSD.

"Itu sebenarnya mereka cuma buat candaan dia sama temannya, itu bisa dipertanyakan sendiri di rumah sakit," tuturnya.

Diketahui, anak W merupakan korban kasus perundungan SMA Binus BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Polres Tangsel telah menetapkan 12 pelaku perundungan, di antaranya empat tersangka dan delapan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) pada Jumat (1/3/2024).(Veronica Prasetio)

ADVERTISEMENT

Reporter: Veronica Prasetio
Editor: Febrian Hafizh Muchtamar
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT