Ada Foto Ditusuk Jarum, Rumah Kakek di Tangsel Digeruduk Warga Diduga Dukun Santet

Minggu 03 Mar 2024, 18:50 WIB
Salah satu warga yang menemukan fotonya dikediaman HE, diduga lakukan praktik dukun santet. (Foto: ist)

Salah satu warga yang menemukan fotonya dikediaman HE, diduga lakukan praktik dukun santet. (Foto: ist)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Rumah seorang kakek berinisial HE di kawasan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digeruduk warga pada Minggu (3/3/2024). Warga mengaggap HE melakukan praktik dukun santet.

Puluhan warga beramai-ramai datang ke kediaman HE lantaran resah. HE yang berusia 67 tahun tersebut diduga melakukan praktik santet.

Saat melakukan penggerebekan di kediaman HE, warga menemukan ratusan lembar foto wajah warga yang ditancapi banyak jarum-jarum kecil. Kebanyakan foto yakni warga yang pernah bersinggungan dengan HE.

Tak hanya itu, ada beberapa foto yang dilingkari dengan tinta berwarna merah pada beberapa bagian tubuh seperti kening, mata dan bahu. 

Egy Abdulgani, salah satu warga yang fotonya ditemukan di kediaman HE mengatakan dalam foto itu, wajahnya nampak ditancapi sejumlah jarum. Lalu pada bagian kedua bahu dilingkari menggunakan tinta berwarna merah.

"Ini foto saya, liat sendiri ada banyak tusukan jarum. Memang saya merasakan sakit, udah wara-wiri rumah sakit sampai kejual 2 mobil buat berobat, tapi nggak ada apa-apa hasil rekam medisnya," katanya.

Abdullah, warga lainnya yang turut dalam penggerebekan itu mengaku kaget ketika mendapati ada foto wajahnya pada tahun 1998 dalam kondisi ditancapi banyak jarum di kediaman HE.

"Itu foto tahun 1998, saya juga bingung dia dapat dari mana," tuturnya.

Saat didesak warga, lanjut Abdullah, HE mengakui jika dia memang menjalani ritual ghaib terhadap semua warga dalam foto itu.

"Dia tadi bilang, jadi foto-foto itu dibuat supaya adem, nggak tahu maksud ademnya itu gimana," ungkapnya. 

Setelah menjalani mediasi bersama, akhirnya HE membuat surat pernyataan di atas materai yang turut ditandatangani Ketua RW setempat serta 8 saksi warga. 


News Update